Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tradisi Koko’o Ketuk Sahur Meriahkan Puasa Ramadan di Gorontalo

📅 Kamis, 19 Feb 2026, 18:21 WIB | Oleh:
Tradisi Koko’o Ketuk Sahur Meriahkan Puasa Ramadan di Gorontalo Doc: ANTARA/Adiwinata Solihin
Ket. Foto udara warga mengikuti tradisi Koko`o Sahur di jl Nani Wartabone, Kota Gorontalo, Gorontalo, Kamis (19/2). Koko`o sahur merupakan tradisi membangunkan sahur warga Gorontalo dengan cara berkeliling dan menggunakan kentungan bambu.

KOTA GORONTALO - Tradisi Koko’o atau ketuk sahur, yaitu tradisi membangunkan warga untuk makan sahur yang kembali digelar pada 2026 dengan skala lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Ribuan warga dari berbagai daerah memadati sejumlah jalan utama di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Kamis (19/2) untuk ikut meramaikan.

Ketua Koko’o Gorontalo Fiqram Idrus mengatakan pada 1477 Hijriah ini, ribuan peserta berjalan kaki sambil membawa kentungan bambu. Rombongan juga diiringi truk yang dihias serta dilengkapi sistem suara dan permainan cahaya lampu.

"Setiap tahun kita update terus untuk konsep Koko'o Gorontalo, kita bermain desain panggung dan kita tambah lagi elemen yang ada untuk diperbarui setiap tahun," ujar Fiqram.

Ia menyebut jumlah peserta tahun ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. "Peserta bisa dikatakan cukup membludak, karena perkiraan hampir 2.000 orang itu tadi yang hadir di titik start," ujarnya.

Menurut Fiqram, membangunkan sahur menggunakan kentungan kayu merupakan upaya konkret untuk melestarikan tradisi lokal agar tetap dikenal generasi muda di Gorontalo

"Tradisi itu kita tetap bangun dari mulai anak kecil sampai dewasa, mereka harus tahu tradisi Gorontalo itu seperti apa," katanya.

Ia menambahkan, pelaksanaan Koko’o tahun ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Gorontalo dan secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Gorontalo Indra Gobel.

Antusiasme masyarakat juga menarik perhatian warga pendatang. Sri Desni Anjani Laia, warga asal Nias, Sumatera Utara, mengaku terkejut melihat besarnya partisipasi masyarakat.

"First time saya lihat Koko'o ini, saya agak terkejut karena banyak masyarakat yang antusias dalam melihat dan ikut serta," kata Desni.

Meski demikian, ia berharap aspek keamanan dan ketertiban tetap menjadi perhatian dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. "Mungkin masyarakat boleh lebih tertib lagi dalam hal ini keamanan dan ketertiban pejalan kaki dan pengendara motor," tambahnya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pameran Batik Jadi Pilihan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.