Menggambar Bisa Membebaskan Anda dari Kecanduan Menatap Layar Ponsel
📅 Minggu, 20 Agu 2023, 17:50 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: AFP/OMAR HAJ KADOUR
LONDON - Menggambar adalah seni visual paling kuno, baik berupa goresan di atas tubuh atau bebatuan. Dan gambar paling awal karya manusia ditemukan pada 2021 di Gua Blombos, Afrika Selatan.
Kira-kira 73.000 tahun silam, manusia mengambil sebuah krayon oker dan mengukir desain garis silang di atas serpihan batu silcrete. Sejatinya aktivitas menggambar secara mendasar sudah tertanam pada diri kita semua.
Kegiatan menggambar merupakan sarana ekspresi dan kreativitas pertama manusia, ujar Julia Balchin, Kepala Sekolah Royal Drawing School, London.
"Sebagai seorang anak, Anda dapat menggambar bahkan sebelum Anda dapat berbicara, atau berjalan atau membaca. Jadi, ini sering kali merupakan cara pertama kami untuk mengekspresikan diri," ungkap dia.
Menggambar selalu menjadi sesuatu yang penting bagi praktik setiap seniman. Mulai zaman Renaisans, ketika aktivitas menggambar berkembang, dan Leonardo da Vinci menciptakan studi anatomi tubuh manusia yang detail, hingga berkembang sampai saat ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Walaupun popularitas menggambar telah surut dan mulai menghilang selama berabad-abad, Balchin mengidentifikasi aktivitas itu anjlok pada 1970-an, ketika dunia seni akademik melihatnya sebagai "sangat kuno", terutama menggambar benda, dan sekolah-sekolah seperti Slade dan Royal Academy berhenti mengajar. Hingga The Royal Drawing School (RDS) didirikan pada 2000 untuk mengatasi hal ini, dan menjadi tempat di mana para seniman dan mereka yang ingin menggambar bisa datang untuk menggambar. Aktivitas menggambar saat ini kembali populer, diapresiasi lantaran kualitas terapinya serta rasa mengalir yang ditimbulkannya, terutama sejak kebijakan lockdown selama pandemi.
Siswa yang masuk secara daring di RDS berlipat ganda pada 2020, dari 1.000 siswa per minggu terus berkembang menjadi 3.000 sampai hari ini, dan lebih dari setengah dari empat modulnya, mereka memilih menggambar benda.
"Saya kira hal itu menunjukkan adanya kerinduan nyata terhadap sentuhan dan kontak dengan manusia," kata Balchin. "Jika orang tidak bisa berada di sekitar manusia lain, mereka bisa menggambarnya," imbuh dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Para siswa menegaskan bahwa hal tersebut membantu menyehatkan mental. "Banyak yang datang benar-benar murni untuk tujuan itu... untuk memperlambat kehidupan yang melaju cepat," kata Balchin.
Mengambil pensil atau arang dan secara sadar membuat tanda-tanda yang menghubungkan kita dengan keterampilan haptik kita, atau indra peraba, dan menawarkan kelonggaran atau istirahat dari pemaparan digital tanpa henti, yang penting demi kesehatan mental.
Di Inggris, terapi seni bahkan dapat dialami oleh beberapa orang melalui NHS. Tatkala seniman Emily Haworth-Booth tidak dapat bekerja lantaran mengalami sakit sindrom kelelahan kronis (myalgic encephalomyelitis/ME), dia tetap "bergerak" dengan mencoba membaca atau menulis, dia terhubung dengan Ways of Drawing (buku yang diterbitkan pada 2019 oleh RDS).
Dia menemukan bahwa menggambar dengan penuh kesadaran menjadi semacam jangkar yang bisa membuat dirinya tetap berdiri. "Menggambar benar-benar mengurangi kecemasan dan memperlambat pernapasan saya," tutur Haworth-Booth. "Hal ini memungkinkan penyembuhan terjadi," imbuh dia.
Setelah sesi menggambar, dia merasakan kelegaan dan aliran endorfin yang saya alami setelah, katakanlah, kelas yoga atau sesi psikoterapi yang sangat berguna.
Claire Gilman, kepala kurator di Drawing Center di New York, juga melihat gairah untuk menggambar melonjak saat lockdown, dan terus berkembang sejak saat itu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!