Melalui Ajang HITEX 2025, Kemdiktisaintek Berkomitmen Perkuat Hilirisasi Riset di Indonesia
📅 Kamis, 22 Mei 2025, 19:17 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/HO-Kemdiktisaintek RI
JAKARTA - Pameran Research Invention & Community Development Exhibition (HITEX) 2025 yang berlangsung selama dua hari di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, menampilkan hasil-hasil riset dan inovasi unggulan Unair bersama beberapa Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) lain dalam berbagai bidang seperti kesehatan, pangan, transportasi, dan energi.
Melalui ajang HITEX 2025 tersebut Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan komitmen dalam memperkuat hilirisasi riset di Indonesia.
"Pendekatan kolaboratif antara perguruan tinggi, masyarakat, dan industri yang digagas melalui program HITEX 2025 merupakan kunci percepatan hilirisasi riset dan transfer teknologi," kata Direktur Hilirisasi dan Kemitraan Kemdiktisaintek Yos Sunitiyoso melalui keterangan di Jakarta, Kamis (22/5).
Yos mengatakan HITEX 2025 menjadi ajang strategis bagi para peneliti, dosen, dan mahasiswa untuk mempresentasikan berbagai invensi dari laboratorium ke dunia nyata.
Kegiatan ini, lanjutnya, juga menjadi ruang temu antara kampus dan dunia industri dalam bentuk industrial research dan business matching.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kampus tidak hanya sebagai sumber periset dan publikasi, tetapi juga menghasilkan produk bekerja sama dengan industri atau dunia usaha, yang diharapkan bisa berdampak positif secara sosial dan ekonomi bagi seluruh lapisan masyarakat," ujar Yos Suntiyoso.
Pada kesempatan yang sama Rektor Universitas Airlangga Mohammad Nasih menekankan bahwa riset, inovasi, dan hilirisasi adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan.
"Acara HITEX ini mempunyai peran penting, di antaranya sebagai ajang periset untuk menampilkan hasil riset dan karya yang UNAIR miliki, sekaligus sebagai bentuk pertanggungjawaban peran dan dampak UNAIR di masyarakat," ucap Mohammad Nasih.
Sebaiknya Anda baca juga:
Diketahui, terdapat lebih dari 50 pojok pameran dari bidang kesehatan, pangan, lingkungan, hingga teknologi digital yang dipamerkan dalam ajang ini.
Beberapa di antaranya adalah alat terapi cahaya untuk bayi kuning, alat diagnosis untuk mendeteksi sel leukemia dalam darah, hingga alat untuk mendeteksi kemampuan pendengaran seseorang yang dibantu oleh kecerdasan buatan (AI). Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!