Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mata Uang Rial Iran Terpuruk ke Titik Terendah Sepanjang Sejarah

📅 Rabu, 14 Jan 2026, 17:49 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Mata Uang Rial Iran Terpuruk ke Titik Terendah Sepanjang Sejarah Doc: Istimewa

DUBAI - Mata uang Iran, rial, telah terjun bebas, anjlok ke titik terendah sepanjang sejarah yaitu 1,4 juta rial per dollar AS di pasar terbuka. Penurunan pesat ini bukan hanya statistik keuangan; ini menandai titik balik penting bagi perekonomian negara

Penurunan terbaru ini terjadi setelah satu tahun lagi mengalami depresiasi tajam. Para pengamat pasar memperkirakan rial kehilangan sekitar 45% nilainya hanya pada tahun 2025, memperpanjang keruntuhan jangka panjang yang secara bertahap mengikis daya beli, tabungan, dan kepercayaan pada sistem keuangan domestik.

Inflasi tahunan mencapai 42,2% pada bulan Desember, menurut angka resmi, menjadikannya salah satu tingkat inflasi tertinggi di dunia. Harga makanan, perumahan, dan barang impor terus meningkat, memperparah tekanan pada rumah tangga dan bisnis.

Bagi para ekonom, arah pergerakan mata uang saat ini bergantung pada apakah Iran dapat menstabilkan inflasi, mengamankan arus masuk devisa yang andal, dan memulihkan kepercayaan terhadap pengelolaan moneter.

Pada saat revolusi Iran tahun 1979, dollar diperdagangkan sekitar 70 rial. Lebih dari empat dekade kemudian, nilai tukar telah menembus 1,4 juta, yang berarti rial telah kehilangan sekitar 20.000 kali nilainya.

Laju penurunan tersebut tidak linear. Periode relatif tenang diselingi oleh aksi jual besar-besaran, seringkali ketika inflasi meningkat atau akses ke mata uang asing semakin ketat.

Kemerosotan terbaru mencerminkan pola yang sudah familiar. Seiring kenaikan harga, rumah tangga dan perusahaan memindahkan tabungan mereka ke dollar, emas, atau properti untuk melindungi nilai. Permintaan tersebut menguras likuiditas dari rial, mendorong nilai tukar lebih rendah dan berdampak pada kenaikan biaya impor.

Kecuali inflasi mereda secara signifikan, para ekonom mengatakan tekanan pada mata uang kemungkinan akan terus berlanjut.

Inflasi sendiri tetap menjadi variabel utama yang membentuk prospek rial.

Dana Moneter Internasional memperkirakan pertumbuhan harga konsumen rata-rata sekitar 42% pada tahun 2025, naik dari sekitar 33% pada tahun sebelumnya. Makanan, sewa, transportasi, dan layanan kesehatan semuanya mencatat kenaikan dua digit.

Perbedaan inflasi dengan mitra dagang secara otomatis melemahkan mata uang seiring waktu. Karena harga domestik naik lebih cepat daripada harga di luar negeri, dibutuhkan lebih banyak rial untuk membeli barang impor yang sama, sehingga depresiasi tertanam dalam transaksi sehari-hari.

Bagi sektor-sektor yang bergantung pada impor, siklus umpan baliknya terjadi secara langsung. Iran mengimpor gandum, minyak goreng, pakan ternak, dan bahan baku farmasi dalam jumlah besar dari luar negeri. Melemahnya rial mendorong kenaikan biaya bagi importir, yang kemudian menaikkan harga untuk melindungi margin keuntungan.

Dinamika tersebut mempersulit upaya untuk menstabilkan nilai tukar tanpa terlebih dahulu mematahkan momentum inflasi.

Sementara itu prospek pertumbuhan ekonomi Iran menawarkan dukungan jangka pendek yang terbatas bagi mata uangnya. Bank Dunia memproyeksikan PDB dapat menyusut sebesar 1,7% pada tahun 2025 dan akan semakin parah menjadi 2,8% pada tahun 2026, dengan alasan perdagangan yang terbatas, investasi yang lemah, dan tekanan pada keuangan publik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.