Massa Mahasiswa dan Ojol Geruduk Polda Metro Jaya Tuntut Reformasi Polri Usai Tewasnya Affan Kurniawan
📅 Jumat, 29 Agu 2025, 16:45 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Koran Jakarta / Paundra Zakirulloh
JAKARTA - Ribuan mahasiswa bersama pengemudi ojek online mulai menggeruduk kawasan Polda Metro Jaya, Jakarta, pada Jumat (29/8/2025) siang. Massa aksi berkumpul di depan gerbang utama Polda Metro Jaya, Jalan Gatot Subroto, sambil melontarkan teriakan yang diarahkan kepada aparat yang berjaga.
"Pembunuh, pembunuh, pembunuh," teriak massa aksi secara lantang di depan barisan aparat kepolisian. Seruan itu menggema di sepanjang ruas jalan yang mulai dipadati oleh para pengunjuk rasa.
Aksi tersebut menyebabkan arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto mengalami kepadatan cukup parah. Pasalnya, separuh ruas jalan di depan Polda Metro Jaya ditutup massa, sehingga hanya tersisa satu jalur sempit yang hanya bisa dilalui satu mobil.
Gelombang demonstrasi ini sebelumnya sudah diserukan oleh mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan BEM Universitas Indonesia (BEM UI). Kedua organisasi mahasiswa itu menyerukan aksi besar menuntut reformasi menyeluruh terhadap Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Aksi massa ini disebut sebagai bentuk kekecewaan terhadap negara yang dianggap gagal menjalankan fungsinya dalam melindungi rakyat. Menurut para mahasiswa, aparat yang seharusnya mengayomi masyarakat justru bertindak represif hingga menimbulkan korban jiwa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Gelombang kemarahan massa dipicu oleh insiden meninggalnya Affan Kurniawan (21), seorang pengemudi ojek online yang ikut dalam aksi unjuk rasa sehari sebelumnya. Affan tewas setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) milik Brimob pada Kamis (28/8/2025) malam di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Tragedi yang menimpa Affan Kurniawan membuat mahasiswa semakin gencar menyuarakan tuntutan keadilan. Mereka menilai aparat kepolisian harus bertanggung jawab atas peristiwa yang menelan korban jiwa tersebut. Kasus ini juga memperkuat alasan mahasiswa untuk terus melanjutkan aksi hingga ada kepastian mengenai reformasi kepolisian.
Massa aksi terus berdatangan hingga sore hari, memperbesar jumlah kerumunan di sekitar Polda Metro Jaya. Aparat kepolisian tampak memperketat pengamanan dengan memasang barikade dan kawat berduri di depan gerbang masuk.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, lalu lintas di Jalan Gatot Subroto dari arah Semanggi menuju Slipi mengalami kepadatan yang tidak terhindarkan. Penutupan sebagian ruas jalan oleh massa aksi menyebabkan antrean panjang kendaraan dan membuat situasi semakin semrawut.
Para mahasiswa dalam orasinya menegaskan bahwa aksi ini tidak akan berhenti hanya dengan janji kosong. Mereka menuntut adanya reformasi nyata di tubuh Polri agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Aksi ini menjadi simbol perlawanan mahasiswa terhadap kekerasan aparat yang dianggap semakin merugikan rakyat. Selain itu, hadirnya pengemudi ojek online dalam aksi memperlihatkan bahwa keresahan tidak hanya datang dari kalangan mahasiswa, melainkan juga masyarakat pekerja.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi di sekitar Polda Metro Jaya masih dipadati ribuan massa aksi. Aparat kepolisian tetap bersiaga di balik pagar besi untuk mengantisipasi meningkatnya eskalasi kericuhan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!