Maret Jadi Ujian Konsistensi, Pebulu Tangkis Indonesia Bertanding di Tiga Turnamen Eropa BWF World Tour 2026
📅 Selasa, 03 Mar 2026, 09:10 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: PBSI
JAKARTA - Memasuki bulan ketiga kalender internasional, persaingan bulu tangkis dunia kian memanas. Rangkaian BWF World Tour 2026 kembali bergulir dengan agenda padat sepanjang Maret, menghadirkan tiga turnamen penting di Eropa yang akan menjadi barometer konsistensi para pemain papan atas.
Setelah Januari dan Februari dipenuhi turnamen pembuka musim, Maret menjadi fase krusial. Para pebulu tangkis tidak hanya dituntut menjaga performa, tetapi juga mengamankan poin peringkat dunia sebelum memasuki periode kompetisi yang lebih bergengsi pada kuartal berikutnya.
Rangkaian dibuka oleh turnamen legendaris, All England Open Badminton Championships, yang berlangsung pada tanggal 3—8 Maret di Utilita Arena Birmingham. Berstatus Super 1000, ajang tertua di dunia ini menawarkan total hadiah 1,45 juta dolar AS atau sekitar 24,3 miliar rupiah, terbesar di antara turnamen sepanjang bulan ini.
Selain prestise sejarahnya, All England selalu menjadi panggung pembuktian elite dunia. Pada edisi sebelumnya, China tampil sebagai juara umum dengan dua gelar dan dua posisi runner-up. Korea Selatan menyusul lewat dua gelar, sementara Jepang mengamankan satu gelar dan satu runner-up. Dominasi tersebut diprediksi kembali diuji dalam persaingan musim ini.
Hanya berselang sepekan, atmosfer kompetisi berlanjut ke Swiss Open pada 10—15 Maret. Turnamen level Super 300 ini digelar di St. Jakobshalle dengan total hadiah 250 ribu dolar AS atau sekitar 4,1 miliar rupiah. Meski levelnya berada di bawah All England, Swiss Open kerap menghadirkan kejutan dan menjadi ajang perburuan poin penting bagi pemain lapis kedua hingga unggulan yang memburu momentum.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tahun lalu, Tiongkok menunjukkan dominasi mutlak dengan merebut empat dari lima gelar yang diperebutkan. Satu-satunya gelar yang lepas adalah sektor ganda putra, yang diamankan wakil Thailand. Hasil tersebut menegaskan kedalaman skuad Negeri Tirai Bambu di hampir semua sektor.
Rangkaian Eropa ditutup lewat Orleans Masters pada 17—22 Maret di Palais des Sports Jean Ros. Turnamen Super 300 ini juga menyediakan total hadiah 250 ribu dolar AS dan menjadi kesempatan terakhir bagi para pemain untuk mengumpulkan poin signifikan sebelum kalender bergeser ke kawasan lain.
Pada edisi sebelumnya, Korea Selatan keluar sebagai juara umum dengan raihan tiga gelar dan satu runner-up. Dua gelar lainnya masing-masing menjadi milik tuan rumah Prancis dan Denmark, memperlihatkan peta persaingan yang semakin merata di kawasan Eropa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain tiga turnamen utama tersebut, Maret 2026 juga diramaikan berbagai ajang kategori lain, mulai dari Super 100, International Challenge, International Series, hingga Future Series dan turnamen level junior yang tersebar di berbagai negara. Kepadatan jadwal ini menuntut manajemen fisik dan strategi rotasi yang matang dari setiap pemain maupun federasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!