Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Makin Jelas, Pegawai KPK Bilang Tawaran ASN Polri Menampakkan Tidak Beres

8 Rabu, 29 Sep 2021, 08:38 WIB | Oleh:
Makin Jelas, Pegawai KPK Bilang Tawaran ASN Polri Menampakkan Tidak Beres Makin Jelas, Pegawai KPK Bilang Tawaran ASN Polri Menampakkan Tidak Beres Doc: istimewa

Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) belum memberikan sikap soal pernyataan Kepala Kepolisian RI Jenderal Listyo Sigit untuk menjadi bagian dari Polri. Salah satunya, Ronald Paul Sinyal, belum konkret dan mereka masih membahas tawaran tersebut.

"Banyak pertanyaan dan hal yang harus diklarifikasi terkait rencana kebijakan ini. Nanti akan kami sampaikan setelah ada kejelasan sikap kami," kata Ronald lewat keterangan tertulis, Selasa, 28 September 2021.

Sementara itu, Ronald mengatakan, tawaran dari Kapolri itu menunjukkan bahwa TWK memang penuh kejanggalan. Selanjutnya, kata dia, langkah Kapolri yang mau memberikan tawaran kepada pegawai untuk menjadi ASN di kepolisian.

"Kebijakan ini menunjukkan sekaligus mengklarifikasi bahwa ada ketidakberesan dalam tes TWK kemarin. Karena kami pun akan direkrut ASN. Artinya kami sebenarnya lulus," ujar penyidik KPK ini.

Selain itu, Kapolri Listyo Sigit membenarkan ingin merekrut 56 pegawai KPK yang tidak lolos TWK.

"Saya telah berkirim surat ke bapak presiden (Jokowi), memohon terhadap 56 orang yang melaksanakan tes TWK untuk bisa kami tarik, kami rekrut menjadi ASN Polri," ujar dia melalui konferensi pers daring pada Selasa, 28 September 2021.

Sigit membeberkan permintaan agar 56 pegawai KPK tak lolos TWK itu guna memenuhi kebutuhan kepolisian, khususnya di Direktorat Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal Polri. Presiden Jokowi, kata Sigit, pun setuju.

"Kami mendapat surat jawaban melalui Menteri Sekretaris Negara (Pratikno) yang pada prinsipnya beliau setuju 56 pegawai bisa menjadi ASN Polri," kata Kapolri Listyo Sigit.

Pihaknya bakal segera berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

"Proses sedang berlangsung, mekanisme seperti apa sekarang sedang didiskusikan," ucap Sigit ihwal pegawai KPK yang tak lolos TWK akan ditarik ke Polri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
IQAir: Kondisi Polusi Jakar...

Janice Tjen Lolos ke Final Chennai Open

49 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Lolos ke Final ...

Subsidi Tarif LRT Jabodebek Dipastikan Berlanjut

57 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Subsidi Tarif LRT Jabodebek...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.