Mentan Tegaskan Stok Beras Aman Ditengah Krisis Global
Minggu, 08 Nov 2026, 19:02 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: RRI/Alfreds Tuter
JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, memastikan stok beras nasional aman di tengah ketidakpastian pangan global. Indonesia bahkan memasuki tahun kedua tanpa impor beras.
Amran menyampaikan hal tersebut saat memberikan keterangan kepada wartawan, Minggu (8/11). Ia mengingatkan pemerintah harus menjaga ketersediaan pangan bagi sekitar 286 juta penduduk Indonesia.
Menurut Amran, situasi pangan dunia sedang menghadapi tekanan akibat krisis energi dan ketegangan geopolitik. Sejumlah negara bahkan mulai menahan pasokan pangan untuk memperkuat persediaan dalam negeri.
Ia mencontohkan Tiongkok yang mengimpor sekitar enam juta ton beras. Amran juga menyebut 33 negara mulai menahan pasokan pangan akibat meningkatnya ketegangan geopolitik.
“Ini harus kita jaga, di mana penduduk kita nomor empat dunia, 286 juta orang. Ini harus kita jaga pangannya siang malam, apalagi hanya hari libur,” kata Amran.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di tengah kondisi tersebut, Amran bersyukur Indonesia mampu mempertahankan ketersediaan beras tanpa impor selama dua tahun berturut-turut. Pemerintah terus melakukan konsolidasi untuk menjaga produksi dan pasokan pangan nasional.
“Alhamdulillah di saat pangan dunia cukup tidak menggembirakan, tidak baik-baik saja, Indonesia adalah masuk tahun ke-2 tidak impor beras,” ujar Amran.
Kepastian stok beras nasional juga diperkuat oleh ketersediaan cadangan yang dikelola Perum Bulog. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdani menyebutkan stok beras perusahaan saat ini mencapai 4,5 juta ton.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Untuk stok Bulog sendiri, sampai dengan hari ini kami yakinkan aman 4,5 juta ton. Ini stok tertinggi dari seluruh yang ada di negara-negara Asean,” ujar dia.
Ia memastikan ketersediaan tersebut mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun. Bahkan, stok beras diperkirakan mencukupi hingga pertengahan tahun mendatang.
Selain mengandalkan stok, Bulog terus memperkuat cadangan melalui penyerapan hasil panen petani. Hingga saat ini, realisasi penyerapan gabah dan beras telah melampaui 4,4 juta ton.
“Serapan kami saat ini sudah lebih dari 4,4 juta ton. Serapan itu tertinggi selama Indonesia Merdeka, belum pernah sampai 4,4 juta ton,” kata Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdani.
Penyerapan tersebut menjadi langkah antisipasi menghadapi potensi El Nino dan dinamika global. Bulog memastikan penyerapan hasil panen petani tetap berjalan hingga Desember dan kembali dilanjutkan Januari mendatang.
Menurut dia, penguatan stok sejak awal tahun dilakukan agar masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras. Dengan cadangan yang tersedia, kebutuhan pangan masyarakat diharapkan tetap terpenuhi di tengah ketidakpastian global. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!