Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

SEA Games 2027 Tuai Kontroversi! Penentuan Cabang Olahraga Dinilai Tidak Adil, Ada Apa?

8 Minggu, 08 Nov 2026, 02:48 WIB | Oleh:
SEA Games 2027 Tuai Kontroversi! Penentuan Cabang Olahraga Dinilai Tidak Adil, Ada Apa? SEA Games 2027 Tuai Kontroversi! Penentuan Cabang Olahraga Dinilai Tidak Adil, Ada Apa? Doc: Antara foto
Ket. Ilustrasi - Atlet dayung putra Indonesia Febrian (kedua kiri) dan La Memo (kiri) memacu kecepatannya pada final dayung double scull putra Asian Games 2026 di Nagaragawa International Regatta Course, Kaizu, Gifu, Jepang, Kamis (24/9).

JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Pusat Perkumpulan Sambo Indonesia (PP Persambi) Krisna Bayu menilai penentuan cabang olahraga yang dipertandingkan pada SEA Games 2027 di Malaysia tidak adil karena sejumlah cabang unggulan Indonesia tidak dipertandingkan.

"Apakah Indonesia perlu mengambil sikap tegas? Apakah boikot menjadi pilihan? Ataukah sudah waktunya SEAGF melakukan reformasi besar-besaran?," kata Krisna Bayu dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu.

Indonesia kehilangan banyak peluang merebut emas pada SEA Games 2027 akibat beberapa cabang olahraga unggulan tidak dipertandingkan seperti panjat tebing, dayung, voli pantai, bulu tangkis pada nomor beregu putra dan beregu putri.

Sejumlah cabang lain yang juga tidak masuk dalam daftar pertandingan antara lain gulat, catur, jujitsu, kickboxing, bola tangan, dan triathlon.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai komitmen tuan rumah Malaysia dan Federasi Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEAGF) dalam menjaga prinsip keadilan bagi seluruh negara peserta.

Krisna yang juga menjabat Komite Eksekutif NOC Indonesia menilai persoalan tersebut bukan sekadar menyangkut pencoretan cabang atau pengurangan nomor pertandingan, melainkan juga berkaitan dengan keadilan bagi atlet, masa depan olahraga, dan martabat negara-negara Asia Tenggara.

Ia pun mempertanyakan apakah perubahan program pertandingan setiap kali tuan rumah berganti telah mempertimbangkan kepentingan seluruh negara peserta.

"SEA Games dibangun untuk persahabatan, solidaritas, persaingan sehat, dan semangat fair play. Bukan untuk menjadi panggung yang lebih menguntungkan kepentingan tuan rumah," katanya.

Krisna menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak semestinya hanya dilihat dari jumlah medali yang bisa diperoleh masing-masing negara. Menurut dia, kepentingan atlet dan masa depan olahraga di kawasan Asia Tenggara juga harus menjadi perhatian.

"Jangan hanya melihat persoalan ini dari jumlah medali. Mari bicara tentang keadilan bagi atlet dan masa depan olahraga Asia Tenggara," katanya.

Sebelumnya, NOC Indonesia menilai tidak dipertandingkannya sejumlah cabang olahraga unggulan berpotensi merugikan atlet Indonesia.

Berdasarkan keputusan SEAGF dalam rapat Executive Committee pada 30 Oktober 2026, SEA Games ke-34 akan mempertandingkan 473 nomor dari 43 cabang olahraga. Jumlah tersebut berkurang dibandingkan edisi Thailand 2025 yang menggelar sekitar 50 cabang olahraga dengan total 573 nomor pertandingan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
Daerah
Gunung Ini Bikin Ulah, Para...
Daerah
Mikro Fest Diharapkan Dapat...
Olahraga
Peluang Besar bagi Bezzecch...
Advertisement
Luar Biasa Seru, Persija Tundukkan Persebaya 1-0, Gol Menit 89   

Luar Biasa Seru, Persija Tundukkan Persebaya 1-0, Gol Menit 89  

07 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.