Investasi Rp8 Triliun di Batam, Pabrik Baterai Sodium-ion Bidik 1.000 Pekerja
Rabu, 28 Okt 2026, 14:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Batam - Realisasi investasi tahap awal Proyek Strategis Nasional (PSN) Wiraraja GESEIP di Kawasan Industri Wiraraja I, Kabil, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), menyerap sekitar 1.000 tenaga kerja seiring pembangunan pabrik baterai sodium-ion.
Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) sekaligus Presiden Direktur Wiraraja Indonesia Akhmad Ma’ruf Maulana mengatakan pembangunan pabrik tersebut telah dimulai melalui peletakan batu pertama pada hari Rabu (28/10) ini.
Ia menjelaskan pembangunan fasilitas tahap pertama dilakukan di atas lahan seluas tiga hektare di Kawasan Industri Wiraraja I, tepatnya di area C12.
“Pabrik tahap pertama dibangun di atas lahan seluas tiga hektare di kawasan industri Wiraraja I. Realisasi investasi ditargetkan mulai berjalan pada awal 2027,” kata Akhmad Ma'ruf Maulana di Batam, Rabu.
Investasi tahap pertama tersebut bernilai 500 juta dolar AS dan melibatkan kerja sama Wiraraja Indonesia dengan Tynergy Technology Group.
Ia juga mengatakan investasi tersebut akan membawa dampak bagi masyarakat dalam segi penyerapan tenaga kerja pada pabrik manufakturing.
“Pasti (ada dampak), kita ini tahun ini saja kita menarik kurang lebih seribuan orang,” kata Ma’ruf.
Presiden Direktur Tynergy Technology Group Yan Purba mengatakan peletakan batu pertama dan penandatanganan kerja sama investasi menjadi awal dari upaya menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi, inovasi dan pengembangan teknologi.
“Kami berkomitmen membangun ekosistem industri berteknologi tinggi yang mencakup energi terbarukan, baterai sodium-ion, semikonduktor, serta teknologi manufaktur,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya penciptaan lapangan kerja dan transfer teknologi melalui pengembangan industri tersebut.
Deputi Bidang Investasi Badan Pengusahaan (BP) Batam Fary Djemy Francis menyampaikan apresiasi atas dimulainya pembangunan dan realisasi kerja sama investasi tersebut.
Menurut dia, langkah ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan program strategis nasional sekaligus membuka jalan bagi investasi lanjutan di Batam.
“Ini adalah bagian dari tindak lanjut kerja sama antara para pengusaha Amerika dan juga pengusaha Indonesia yang dilaksanakan di Washington waktu itu, Pak Presiden Prabowo hadir untuk menyaksikan itu,” kata Fary.
Kerja sama tersebut berkaitan dengan penandatanganan Joint Venture Agreement (JVA) antara Tynergy Technology Group dan Essence Global dari Amerika Serikat pada 18 Februari 2026 di Washington, D.C., yang disaksikan Presiden Prabowo Subianto.
“Untuk tahap pertama ini kan 500 juta dolar AS, tetapi ini kan tahap pertama yang menjadi semacam pintu masuk dalam rangka untuk mendorong percepatan atau anchor untuk investasi di tahapan berikutnya,” ujarnya.
BP Batam berharap kerja sama tersebut dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan industri serta perekonomian Batam.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!