Mendikdasmen Ajak Guru Jadi Pendamping Murid
Minggu, 08 Nov 2026, 19:10 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Kemendikdasmen
JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengajak guru menjadi pendamping bagi murid dalam mengenali potensi dan meraih cita-cita. Ajakan tersebut disampaikan melalui pemutaran film Na Willa dalam rangkaian peringatan Hari Guru Nasional 2026.
Mengutip laman Kemendikdasmen pada Minggu (8/11), kegiatan tersebut berlangsung di Jakarta pada Rabu (4/11) lalu. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi guru memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk mengembangkan minat dan impiannya.
“Anak-anakku sekalian, selamat menonton film ini. Mudah-mudahan nanti dapat inspirasi dan semangat,” ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, dikutip dari laman Kemendikdasmen, Minggu.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani, menjelaskan pemutaran film tersebut merupakan bagian dari rangkaian Bulan Guru. Film Na Willa dipilih karena mengangkat pendidikan karakter dan pentingnya dukungan lingkungan sekolah bagi tumbuh kembang anak.
Rangkaian kegiatan tersebut juga meliputi gelar wicara dan sosialisasi Gerakan Sensor Mandiri. Melalui kegiatan ini, Kemendikdasmen mengajak peserta mendiskusikan nilai-nilai dalam film yang dapat diterapkan pada nilai pendidikan sehari-hari.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Jadi, setiap anak adalah ‘Na Willa-Na Willa’ baru yang nanti punya Na Willa-nya sendiri. Sehingga, dengan keunikan dan impiannya ini, tugas kita sebagai guru adalah menyediakan ruang supaya mimpi-mimpi itu bisa tumbuh,” ujar Nunuk.
Film Na Willa sendiri merupakan karya sutradara Ryan Adriandhy yang diadaptasi dari buku karya Reda Gaudiamo. Film bergenre drama keluarga ini tayang di bioskop pada 18 Maret 2026 lalu.
Cerita berpusat pada Willa, seorang anak perempuan berusia enam tahun yang tinggal di lingkungan gang di Surabaya. Film ini menggambarkan keseharian anak-anak yang dipenuhi rasa ingin tahu, permainan, dan interaksi dengan lingkungan sekitar.
Namun, kehidupan Willa mulai mengalami perubahan ketika teman-temannya memiliki kesibukan baru. Suasana yang sebelumnya ramai perlahan berbeda, sehingga Willa perlu belajar memahami dan beradaptasi dengan perubahan tersebut.
Mengambil latar era 1960-an, Na Willa menghadirkan kisah masa kecil melalui cerita tentang keluarga, persahabatan, dan proses pendewasaan. Film ini juga memperlihatkan bagaimana pengalaman sehari-hari dapat membentuk cara anak mengenali dunia dan dirinya sendiri. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!