Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Liga 1 Tanpa Degradasi, Persis Tolak dan PSIM Pertanyakan

📅 Kamis, 12 Jan 2023, 20:39 WIB | Oleh:
Liga 1 Tanpa Degradasi, Persis Tolak dan PSIM Pertanyakan Doc: ISTIMEWA
Ket. Sekjen PSSI Yunus Nusi

JAKARTA - Ada sesuatu yang aneh di persepakbolaan nasional. Bukan, kegagalan Indonesia di Piala AFF. Itu sudah biasa, bukan aneh. Tapi ini keputusan Komite Eksekutif PSSI yang menghentikan kelanjutan kompetisi kasta kedua alias Liga 2 periode 2022-2023.

Keanehan berikutnya adalah keputusan bahwa Liga 1 tanpa ada tim yang harus degradasi. Pertanyaannya, lalu untuk apa ada kompetisi?

Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi, Kamis (12/1) usai rapat di kantor PSSI, GBK Arena, menuturkan penghentian Liga 2 dan Liga 1 tanpa degrasi dengan beberapa alasan.

Katanya, ada permintaan dari klub Liga 2 yang menginginkan kompetisi tidak dilanjutkan karena tidak ada kesesuaian konsep pelaksanaan lanjutan kompetisi antara klub dan operator.

Rekomendasi dari tim transformasi sepak bola Indonesia usai tragedi Kanjuruhan terkait sarana dan prasarana yang belum memenuhi syarat.

Kemudian terkait perizinan yang baru dengan memperhatikan periode waktu pemberitahuan, pengajuan rekomendasi dan izin, hingga bantuan pengamanan. Keputusan lain, minta PT LIB untuk memfasilitasi pembentukan operator baru guna pelaksanaan Liga 2.

PSSI tetap akan menggelar play-off yang diikuti oleh juara Liga 1 2021-2022 versus juara Liga 1 2022-2023 untuk menentukanwakil Indonesia di kompetisi AFC 2023-2024.

Persis Menolak

Terkait keputusan PSSI ini, Persis Solo menolak hasil rapat bahwa Liga 1 tanpa degradasi. Tapi Media Officer Persis Solo, Bryan Barcelona, mengaku belum menerima surat resmi dari PSSI mengenai keputusan tersebut.

Bryan menegaskan, wacana tersebut masih sebatas rumor. "Sejauh ini keputusan tersebut sebatas isu saja. Kami belum menerima surat resmi," kata Bryan.

Hal yang sama dinyatakan manajemen PSIM Yogyakarta. PSIM mempertanyakan keputusan Liga2 batal digelar musim ini. Jangan sampai ada sanksi dari FIFA untuk sepak bola dalam negeri. "PSSI perlu konsultasi mestinya dengan FIFA. Apakah itu sudah dilakukan," ujar CEO PSIM, Bima Sinung Widagdo.

Ini khususnya terkait putusan, tak ada degradasi dan batal menyelenggarakan liga 2. Wacana Liga1 tanpa degradasi ini sempat muncul tahun 2021. Namun saat itu PSSI akhirnya mengambil langkah tegas untuk tetap memberlakukan promosi degradasi setelah konsultasi dengan FIFA dan AFC.

Saat itu PSSI menerima banyak masukan dari sejumlah klub agar kompetisi berjalan tanpa degradasi. PSSI sempat menggunakan pandemi Covid-19 tahun 2021 sebagai dalih untuk melanjutkan kompetisi tanpa degradasi. Namun, hal itu tidak bisa jadi alasan dan ditolak FIFA.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.