Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menbud Dorong Revitalisasi Peran Museum Mpu Tantular sebagai Pusat Edukasi dan Ruang Aktivitas Budaya

📅 Senin, 23 Feb 2026, 13:58 WIB | Oleh:
Menbud Dorong Revitalisasi Peran Museum Mpu Tantular sebagai Pusat Edukasi dan Ruang Aktivitas Budaya Doc: Kementerian Kebudayaan RI
Ket.

SIDOARJO - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong penguatan peran museum sebagai pusat edukasi dan ruang aktivitas budaya saat meninjau langsung Museum Negeri Mpu Tantular, Jawa Timur. Kunjungan kerja tersebut menegaskan komitmen pemerintah dalam merevitalisasi museum agar tidak sekadar menjadi tempat penyimpanan artefak, tetapi hadir sebagai ruang pembelajaran sejarah yang kontekstual dan menarik bagi publik.

“Dengan koleksi yang luar biasa, kita memerlukan storyline yang kuat, narasi yang kuat, literasi yang kuat. Revitalisasi pada aspek tata pamer menjadi kebutuhan penting agar museum semakin menarik bagi generasi muda,” kata Fadli Zon, Minggu (22/2).

Ia menekankan pembenahan tata cahaya, tata pamer. Serta penguatan alur cerita menjadi langkah strategis agar museum mampu bersaing di tengah perkembangan industri kreatif dan hiburan modern.

Menurut Menbud, Museum Negeri Mpu Tantular berdiri di atas lahan sekitar tiga hektare dengan koleksi bernilai sejarah tinggi yang merepresentasikan perjalanan peradaban Jawa Timur sejak masa prasejarah hingga kolonial. Museum yang awalnya dirintis oleh tokoh Belanda G.H. Von Faber tersebut kini menyimpan sekitar 15 ribu koleksi, dengan 1.100 koleksi dipamerkan kepada masyarakat.

Sejumlah koleksi unggulan bahkan telah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional, di antaranya perhiasan bermotif Garudeya, arca Durga Mahisasuramardhini, serta fosil Homo erectus dari Ngawi.

Menbud juga mengapresiasi peningkatan status museum yang kembali menjadi museum tipe A, sekaligus mendorong penataan yang lebih optimal agar kualitas penyajian semakin informatif dan komunikatif.

Selain revitalisasi tata pamer, Fadli menilai pentingnya pengembangan produk kreatif berbasis koleksi museum sebagai bagian dari penguatan ekosistem permuseuman nasional. Menurut dia, berbagai koleksi berpotensi menjadi kekayaan intelektual atau intellectual property (IP) yang dapat dikembangkan menjadi merchandise edukatif dan bernilai ekonomi.

Museum Mpu Tantular yang sebelumnya berada di Surabaya dan sejak 2004 menempati lokasi baru di Sidoarjo itu diharapkan berkembang menjadi pusat informasi, pusat edukasi. Sekaligus ruang kegiatan budaya yang aktif.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Menbud menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta. Serta filantropis melalui dukungan program nonfisik dan dana alokasi khusus guna menjadikan museum sebagai kantong budaya yang membanggakan daerah dan bangsa. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.