Lebih dari 100 Investor Berminat untuk Investasi di IKN Nusantara
📅 Jumat, 03 Feb 2023, 00:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: SETNEG.GO.ID
JAKARTA - Hingga akhir Januari 2023, tercatat lebih dari 100 investor telah menyatakan minat berinvestasi di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Dari jumlah tersebut, 90 investor di antaranya telah menyampaikan Letter of Interest (LoI).
"Kami dapat banyak sekali sebenarnya, tapi sekarang portofolio yang aktif adalah ini (90 LoI)," kata Kepala Otorita IKN Nusantara, Bambang Susantono, dalam Mandiri Investment Forum (MIF) 2023 Morning Talk, di Jakarta, Kamis (2/2).
Sejumlah sektor investasi yang diminati para investor, di antaranya infrastruktur dan utilitas sebanyak 25 investor, edukasi 15 investor, konsultan 14 investor, perumahan 10 investor, komersial 9 investor, teknologi 6 investor, kesehatan 5 investor, dan perkantoran sebanyak 6 investor.
Seperti dikutip dari Antara, Bambang menjelaskan saat ini ada tiga investor yang siap membangun hunian di IKN, yaitu Konsorsium CCFG Corp dan PT Risjadson Brunsfield Nusantara dengan investasi sebesar 30,8 triliun rupiah. Selain itu, ada Korea Land and Housing Corp dengan investasi 8,65 triliun rupiah dan PT Summarecon Agung Tbk sebesar 1,67 triliun rupiah.
Melalui investasi tersebut akan dibangun 184 tower hunian dengan kapasitas 14.500 jiwa dan direncanakan selesai pada akhir 2024.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, menjelaskan sejak 2019 hingga 2022, investasi di sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya menunjukkan tren peningkatan hingga 177,9 persen dari 61,6 triliun rupiah menjadi 171,2 triliun rupiah.
Sektor lain yang menjadi primadona pada tahun 2022 adalah pertambangan, transportasi, gudang dan telekomunikasi, perumahan dan kawasan industri, serta industri kimia dan farmasi.
Oleh karena itu, tambah dia, pemerintah pun terus mendorong pengembangan hilirisasi sumber daya alam. Pemerintah pun telah memetakan total kebutuhan investasi Indonesia di sektor hilirisasi mencapai 545,3 miliar dollar AS untuk delapan sektor hilirisasi sumber daya alam.
Sebaiknya Anda baca juga:
Energi Bersih
Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, menegaskan komitmen kuat perusahaan untuk mendukung dalam pengembangan IKN Nusantara, hilirisasi SDA, optimalisasi energi bersih, dan ekonomi hijau.
"Melalui Mandiri Investment Forum, Bank Mandiri Group berharap calon investor memperoleh update informasi mengenai peluang investasi di Indonesia dan sederet reformasi kebijakan yang telah diperkenalkan pemerintah untuk menggaet para investor. Lewat forum ini, Bank Mandiri Group berkomitmen memberi kontribusi untuk terus memperkuat pertumbuhan ekonomi di tengah meningkatnya risiko resesi global," ujar Darmawan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!