Lahan Kampung Susun Bayam Bisa Sewa
📅 Selasa, 21 Feb 2023, 05:09 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
JAKARTA - Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) DKI menyebutkan opsi sewa tanah dapat dilakukan oleh BUMD, PT Jakarta Propertindo (Jakpro), jika proses pengalihan aset lahan (inbreng) Kampung Susun Bayam (KSB) Jakarta Utara mencapai jalan buntu. "Andai inbreng ditolak, bisa sewa tanah," kata Kepala BPAD, Reza Pahlevi, di Jakarta, Senin.
Reza menegaskan apabila dengan opsi tersebut, penentuan tarif sewa hunian KSB akan dilakukan oleh Jakpro. Sebelumnya, Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah menyebutkan DPRD minta kajian lebih mendalam salah satunya terkait konsep kawasan Kampung Bayam, termasuk JIS yang menjadi satu kawasan.
Dengan permintaan kajian mendalam, DPRD belum dapat menyetujui proses inbreng atau pengalihan aset dari Dinas Pemuda dan Olahraga DKI yang memiliki lahan kawasan itu ke Jakpro. Dalam proses inbreng, Reza menyiapkan dokumen administrasi tanah, termasuk penilaian harga tanah. Sedangkan proses inbreng merupakan kewenangan BP BUMD melalui DPRD.
Sementara itu, Kepala Seksi Manajemen Aset Dispora, Rindu Manalu, hanya berperan dalam memberi rekomendasi pengalihan aset. Karena inbreng belum disetujui, saat ini sedang dicarikan solusi pengelolaan KSB. Salah satunya potensi sewa lahan.
"Ini akan dibahas lagi karena menyangkut penggunaannya. Perlu dibedakan yang bisnis dan bukan," jelas Rindu. Rindu menuturkan awalnya izin kawasan itu untuk hunian pekerja pendukung operasional (HPPO), para pekerja proyek JIS. "Hunian itu dulu untuk pekerja JIS, kemudian beralih. Karena waktu itu ada sesuatu lalu berubah menjadi rumah. Padahal, izin awalnya juga HPPO," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala Bidang Usaha Infrastruktur BP BUMD DKI, Budi Purnama, menyebutkan kasus ini sudah diajukan ke DPRD, tapi masih dikaji. Adapun pengalihan aset tersebut dari Dispora ke Jakpro juga belum diketahui waktunya. Sekali lagi karena masih dikaji.
Menurut Budi, pengajuan inbreng sudah 2019 bersamaan dengan proses pembangunan Jakarta International Stadiun (JIS) yang menjadi satu kesatuan wilayah dengan KSB tersebut. Sedangkan kajian saat ini, salah satunya menyangkut konsep dari keseluruhan kawasan KSB dan JIS.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!