Laba Bank Muamalat Pada 2022 Melonjak 316 Persen Menjadi Rp52 Miliar
📅 Senin, 20 Feb 2023, 17:17 WIB | Oleh: Vitto Budi
Doc: Istimewa
JAKARTA- PT Bank Muamalat Indonesia Tbk pada 2022 lalu meraih laba sebelum pajak sebesar 52 miliar rupiah atau meroket 316 persen dibanding tahun 2021 yang tercatat sebesar 12,5 miliar rupiah.
Peningkatan laba yang signifikan tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan berbasis komisi (Fee Based Income/FBI) perseroan sebesar 95 persen dari 560,5 miliar rupiah pada akhir 2021 menjadi 1,1 triliun rupiah pada akhir Desember 2022 atau secara year on year/yoy.
Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank Muamalat, Hery Syafril dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (20/2) mengatakan raihan positif pada 2022 menunjukkan bahwa perseroan berada di jalur yang tepat untuk mencapai target. Pada 2023, merupakan tahun transformasi untuk tumbuh sehat dengan profit yang berkelanjutan.
"Tahun ini kami mengimplementasikan sejumlah rencana strategis. Pertama, optimalisasi dan penajaman potensi bisnis di segmen pembiayaan dan pendanaan, terutama segmen ritel. Kemudian kedua, penajaman strategi channel distribusi, baik jaringan fisik maupun jaringan digital. Ketiga, pengembangan organisasi dan sumber daya manusia," kata Hery.
Menurut Hery, aset Bank Muamalat per 31 Desember 2022 tercatat sebesar 61,4 triliun rupiah, tumbuh 4,2 persen (yoy) dari sebelumnya 58,9 triliun rupiah. Adapun Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai 46,14 triliun rupiah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk kualitas aset perseroan sendiri tetap terjaga dengan baik di mana rasio Non Performing Financing (NPF) nett sebesar 0,86 persen.
Di sisi lain, Bank Muamalat juga mampu menekan beban operasional sehingga efisiensi meningkat. Hal itu tercermin dari turunnya rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) dari 99,30 persen menjadi 96,62 persen.
Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perseroan meningkat sebesar 8,94 persen (yoy) dari 23,76 persen per 31 Desember 2021 menjadi 32,70 persen per akhir Desember 2022. Peningkatan tersebut disebabkan oleh realisasi penambahan modal tier 2 sebesar 2 triliun rupiah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan demikian, total modal Bank Muamalat per 31 Desember 2022 tercatat sebesar 6,97 triliun rupiah atau meningkat sebesar 34,4 persen dari periode sebelumnya 5,19 triliun rupiah.
Sebagai informasi, pada Agustus 2022 Bank Muamalat mendapatkan peringkat (rating) idA+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dengan prospek perusahaan adalah stabil. Peringkat ini juga berlaku untuk surat berharga syariah atau Sukuk Mudharabah 2021.
Optimalisasi Jaringan dan Digitalisasi
Dalam rangka meningkatkan kinerja perseroan, Bank Muamalat kata Hery melakukan optimalisasi jaringan kantor cabang dan ATM. Per 31 Desember 2022, jumlah kantor cabang Bank Muamalat sebanyak 235 dan jaringan ATM sebanyak 493. Untuk layanan digital, bank juga memiliki aplikasi Muamalat Digital Islamic Network (DIN) untuk nasabah perorangan dan internet banking Muamalat Digital Integrated Access (MADINA) untuk nasabah korporasi.
Pada akhir 2022 lalu , sekitar 90 persen transaksi yang dilakukan oleh nasabah perseroan sudah melalui kanal digital dimana mayoritas dilakukan melalui aplikasi Muamalat DIN. Pionir bank syariah di Tanah Air ini juga telah meluncurkan fitur terbaru di aplikasi Muamalat DIN yang bernama Digital Customer On Board.
Melalui fitur baru itu, calon nasabah dapat membuka rekening baru melalui aplikasi Muamalat DIN di smartphone tanpa perlu datang ke kantor cabang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!