Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kurikulum Merdeka Siap Digunakan Tahun Ajaran Baru

📅 Senin, 08 Jul 2024, 03:03 WIB | Oleh:
Kurikulum Merdeka Siap Digunakan Tahun Ajaran Baru Doc: Koran Jakarta/M.Ma'ruf
Ket. Festival Kurikulum l Plt. Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikburistek), Aswin Wihdiyanto, saat acara Festival Kurikulum Merdeka, di Jakarta, Jumat (5/7).

Kurikulum Merdeka sebagai kurikulum nasional sudah siap digunakan tahun ajaran baru tahun ini. Sedikitnya ada 82 persen satuan pendidikan yang sudah mengimplementasikannya.

JAKARTA - Plt. Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikburistek), Aswin Wihdiyanto, mengatakan Kurikulum Merdeka sebagai kurikulum nasional siap digunakan pada tahun ajaran baru. Saat ini sudah ada 82 persen satuan pendidikan yang mengimplementasikan kurikulum tersebut.

"Kita cukup yakin bahwa kurikulum ini sudah secara perlahan satuan pendidikan pada akhirnya siap menggunakan Kurikulum Merdeka nanti ketika tahun ajaran baru 2024/2025," ujar Aswin, saat acara Festival Kurikulum Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Dia menerangkan, ada proses panjang bagi Kurikulum Merdeka bisa menjadi kurikulum nasional yaitu dengan hadirnya Kurikulum Darurat saat pandemi Covid-19. Meski demikian, sebelum ditetapkan sebagai kurikulum nasional, satuan pendidikan sukarela mengimplementasikannya.

"Ada penyesuaian. Jadi bertahap sampai jadi Kurikulum Merdeka ini. Ada proses panjang sehingga satuan pendidikan sudah siap," jelasnya.

Perubahan Pola Pikir

Aswin yang juga Supervisor Tim Kurikulum Merdeka ini mengakui ada tantangan dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Salah satunya terkait perubahan pola pikir atau mindset baik dari guru, orang tua, maupun siswa.

Dia menyebut, Kurikulum Merdeka mendorong guru menjadi pembelajar sepanjang hayat. Menurutnya, wajar jika masih ada guru yang belum terbiasa dalam sistem baru termasuk dalam pergantian kurikulum.

"Mindset-nya harus dimerdekakan. Memang semua harus disesuaikan. Jadi ini salah satu tantangan, ketika kita memulai dan mengubah mindset agar Kurikulum Merdeka ini bisa berjalan dengan baik," katanya.

Guru SD Petojo Utara, Galih Sulistyaningra, menuturkan berbagai perubahan pembelajaran dengan adanya Kurikulum Merdeka. Pembelajaran menjadi lebih holistik dan kontekstual menjawab permasalah di dunia nyata.

"Kalau dulu pembelajaran untuk nilai dan ujian, sekarang sudah bergeser pada pembelajaran holistik," ucapnya.

Dia menyatakan, dalam Kurikulum Merdeka menekankan Pembelajaran Berbasis Proyek. Menurutnya, hal tersebut kerap dianggap merepotkan sehingga perubahan mindset menjadi penting. "Pembelajaran Berbasis Proyek bukan merepotkan orang tua dan guru, tapi anak-anak diminta mencari hubungan atau relasi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari," tuturnya. ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.