Korut Luncurkan Misil Jelajah
📅 Kamis, 25 Jan 2024, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/Jung Yeon-je
SEOUL - Militer Korea Selatan (Korsel) pada Rabu (24/1) mengatakan bahwa Korea Utara (Korut) telah menembakkan beberapa misil jelajah ke arah Laut Kuning. Provokasi ini merupakan yang terbaru dari serangkaian tindakan yang meningkatkan ketegangan oleh negara bersenjata nuklir tersebut.
Pyongyang telah mempercepat pengujian senjata pada tahun baru ini, termasuk pengujian apa yang disebutnya sebagai sistem senjata nuklir bawah air dan misil balistik hipersonik berbahan bakar padat.
"Militer kami mendeteksi beberapa misil jelajah yang diluncurkan Korut menuju Laut Kuning sekitar pukul 7 pagi hari ini," kata Kepala Staf Gabungan Korsel dalam sebuah pernyataan. "Spesifikasi rincinya sedang dianalisis secara cermat oleh otoritas intelijen Korsel dan AS," imbuh dia.
Berbeda dengan uji coba misil balistik, pengujian misil jelajah tidak dilarang berdasarkan sanksi PBB terhadap Pyongyang saat ini. Misil jelajah cenderung berbahan bakar jet dan terbang pada ketinggian yang lebih rendah dibandingkan misil balistik yang lebih canggih, sehingga lebih sulit dideteksi dan dicegat.
Peluncuran terbaru ini terjadi ketika Korsel sedang melakukan latihan infiltrasi pasukan khusus selama 10 hari di lepas pantai timurnya, yang dilaksanakan mengingat situasi keamanan yang serius dengan Korut, yang berlangsung hingga Kamis (25/1), menurut Angkatan Laut Korsel.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami akan mencapai misi kami untuk menyusup jauh ke dalam wilayah musuh dan menetralisir mereka sepenuhnya dalam keadaan apa pun," kata komandan latihan tersebut dalam sebuah pernyataan.
Beberapa jam setelah misil ditembakkan oleh Pyongyang pada Rabu, menteri pertahanan Korsel mengatakan Korut akan menghadapi akhir dari rezimnya jika mereka melancarkan perang.
"Jika rezim Kim Jong-un membuat pilihan terburuk untuk memulai perang, kita harus menjadi kekuatan tak kasat mata yang melindungi Korsel dan melenyapkan kepemimpinan musuh dalam waktu sesingkat mungkin dan mengakhiri rezim mereka," kata Menhan Shin Won-sik saat berkunjungan ke pangkalan angkatan udara yang mengoperasikan jet tempur siluman canggih Korsel.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu di Seoul, Presiden Yoon Suk-yeol mengatakan kepada kabinetnya bahwa jika Korut yang mempunyai senjata nuklir melakukan provokasi, Korsel akan membalas dengan respons yang berkali-kali lebih kuat, merujuk pada kemampuan respons yang luar biasa dari militernya.
Hancurkan Monumen
Pada saat bersamaan dilaporkan bahwa Korut telah menghancurkan sebuah monumen besar di ibu kotanya yang melambangkan tujuan rekonsiliasi dengan Korsel, atas perintah pemimpin Kim Jong-un.
Citra satelit Pyongyang pada Selasa (23/1) menunjukkan bahwa monumen Gapura Reunifikasi, sebuah lengkungan yang melambangkan harapan untuk reunifikasi Korea yang diselesaikan setelah pertemuan puncak antar-Korea pada tahun 2000, sudah tidak ada lagi, menurut laporan olehNK News, sebuahoutletberita daring yang memantau Korut.
Kim Jong-un menyebut monumen tersebut "merusak pemandangan" dalam pidatonya di Majelis Rakyat Tertinggi pada 15 Januari lalu, di mana ia memerintahkan agar konstitusi diamandemen untuk mengatakan bahwa Korsel adalah musuh utama Korut.
Lengkungan tersebut, yang secara resmi dikenal sebagai Monumen Piagam Tiga Poin untuk Reunifikasi Nasional, berdiri setinggi 30 meter dan merupakan simbol dari tiga piagam, yaitu kemandirian, perdamaian dan kerja sama nasional, menurut catatan pemerintah Korsel.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!