Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Korsel Ancam Akhiri Rezim Korut

📅 Rabu, 27 Sep 2023, 02:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Korsel Ancam Akhiri Rezim Korut Doc: AFP/Anthony WALLACE
Ket. Parade Militer I Sejumlah kendaraan militer ikut ambil bagian  dalam parade militer untuk memperingati  Hari Angkatan Bersenjata Korsel ke-75 di Seoul pada Selasa (26/9). Saat berpidato pada hari pengingatan ini, Presiden Korsel, Yoon Suk-yeol, menegaskan bahwa  Korsel akan berusaha untuk mengakhiri rezim Kim Jong-un jika Korut menggunakan senjata nuklir.

SEOUL - Presiden Korea Selatan (Korsel) memperingatkan bahwa mereka akan berusaha untuk mengakhiri rezim Kim Jong-un jika senjata nuklir digunakan dan menyebut intimidasi nuklir Pyongyang sebagai tantangan luar biasa bagi komunitas internasional.

"Meskipun ada peringatan berulang kali dari komunitas internasional selama beberapa dekade terakhir, Korut telah meningkatkan kemampuan nuklir dan misilnya. Terlebih lagi, mereka secara terang-terangan mengancam akan menggunakan senjata nuklir," kata Presiden Yoon Suk-yeol saat ia berpidato untuk merayakan Hari Angkatan Bersenjata Korsel pada Selasa (26/9).

"Jika Korut menggunakan senjata nuklir, rezimnya akan berakhir karena respons yang luar biasa dari aliansi Korsel-Amerika Serikat (AS)," ucap Presiden Yoon.

Presiden Korsel itu pun lalu menyebut bahwa program nuklir Korut sebagai ancaman nyata terhadap Korsel dan merupakan tantangan besar terhadap perdamaian global.

"Rakyat kami tidak akan pernah tertipu oleh tipu muslihat perdamaian palsu yang dilakukan oleh rezim komunis Korut, para pengikutnya, dan kekuatan antinegara," tegas Presiden Yoon seraya menambahkan bahwa Korsel akan semakin memperkuat kerja sama keamanan trilateral dengan AS dan Jepang.

Pernyataan Presiden Yoon adalah yang terbaru dari serentetan peringatan baru-baru ini di tengah meningkatnya ketegangan dan percepatan provokasi Korut.

September tahun lalu, Korut mengumumkan undang-undang baru mengenai penggunaan senjata nuklir. Dalam undang-undang baru tersebut, Pyongyang menggambarkan kondisi di mana senjata nuklir dapat digunakan, sehingga memberikan opsi untuk mengerahkan senjata nuklir tidak hanya sebagai tindakan pembalasan, namun juga sebagai mekanisme serangan pendahuluan untuk meningkatkan kemampuan pencegahannya.

Undang-undang ini memberi negara wewenang untuk menggunakan senjata nuklir terlebih dahulu dalam skenario di mana senjata pemusnah massal dinilai telah diluncurkan atau mendekat, jika terjadi serangan nuklir atau non-nuklir terhadap kepemimpinan negara dan struktur komando kekuatan nuklir negara dimulai atau dianggap akan segera terjadi, atau serangan militer yang mematikan terhadap aset-aset strategis penting milik negara akan dimulai atau dianggap akan segera terjadi.

"Rezim Korut harus menyadari dengan jelas bahwa senjata nuklir tidak akan pernah bisa menjamin keamanan negaranya," kata Presiden Yoon yang juga menegaskan sumpah bahwa ia akan memperluas cakupan aliansi AS-Korsel ke ranah luar angkasa dan dunia maya untuk lebih memperkuat kekuatan dan kemampuan sekutu.

Titik Lemah

Presiden Yoon dalam pidatonya juga menunjukkan titik lemah rezim Korut. "Obsesi rezim Korut terhadap pengembangan senjata nuklir memperburuk penderitaan rakyatnya. Mereka terus mengeksploitasi dan menindas rakyatnya serta melanggar hak asasi mereka," kata dia.

Korsel sendiri telah mengindikasikan bahwa mereka akan terus mengangkat masalah hak asasi manusia di Korut. Keputusan ini diperkuat dengan menunjuk seorang pembelot Korut sebagai pembantu utama kebijakannya pada awal bulan ini, yang menggarisbawahi sikap baru pemerintahan Yoon terhadap kebijakan yang lebih keras terhadap Pyongyang.

Peringatan Presiden Yoon dilontarkan sehari setelah Korut menjulukinya sebagai orang yang tidak dewasa secara politik, diplomat idiot, dan penuh omong kosong.

Aksi saling ledek secara verbal antara kedua Korea pada pekan ini terjadi menyusul pernyataan keras Presiden Yoon kepada Korut dan Russia di Sidang Majelis Umum PBB pekan lalu dimana ia bersumpah bahwa Seoul dan sekutunya tidak akan berpangku tangan, jika kedua negara otoriter tersebut melakukan kerja sama militer.AFP/RFA/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

40 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
Luar Negeri
Thaksin Shinawatra Diberi P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.