Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kontroversi dari Sisi Etik

📅 Rabu, 23 Jul 2025, 07:20 WIB | Oleh:
Kontroversi dari Sisi Etik Doc: Foto: New Hope Fertility Center
Ket. Dr. John Zhang bersama bayi pertama di dunia yang lahir menggunakan DNA dari tiga orang. Bayi tersebut dilaporkan sehat.

DI INGGRIS, delapan bayi lahir menggunakan teknik in vitro fertilization (IVF) baru dengan DNA dari tiga orang untuk mencegah penyakit bawaan. Namun penciptaan ‘bayi dengan tiga orang tua’ ini menimbulkan kekhawatiran dari sisi etika, karena dalam prosesnya dua embrio lainnya dihancurkan.

Kabar bahwa delapan bayi dengan DNA tiga orang telah lahir di Inggris disambut oleh beberapa pihak sebagai langkah besar dalam perang melawan penyakit genetic. Namun demikian dari sisi implikasi etika hal ini mengkhawatirkan karena melibatkan penghancuran dua embrio hidup untuk menciptakan embrio ketiga.

Delapan bayi lahir dari tiga orang tua dalam lima tahun terakhir. Hal ini diciptakan sebagai bagian dari upaya untuk melindungi mereka dari penyakit mitokondria. Penyakit ini memengaruhi sekitar 1 dari 5.000 bayi di Inggris dan dapat menyebabkan gangguan perkembangan, metabolisme, dan neurologis.

Hanya perempuan dengan risiko tinggi mewariskan penyakit ini kepada anak-anak mereka yang memenuhi syarat untuk menjalani proses penciptaan bayi dengan tiga DNA. Secara keseluruhan, 22 perempuan menjalani prosedur ini, tetapi hanya tujuh yang hamil, dengan satu di antaranya memiliki anak kembar, yang mewakili tingkat keberhasilan 36 persen.

Eksperimen ini dipuji sebagai sebuah keberhasilan, karena semua bayi bebas dari penyakit mitokondria. Sky News melaporkan ibu anonim dari salah satu anak tersebut mengatakan, “Beban emosional penyakit mitokondria telah terangkat, dan sebagai gantinya adalah harapan, kegembiraan, dan rasa syukur yang mendalam.”

Namun, ada kekhawatiran etis. Implikasi dari lahir dengan DNA dari tiga orang umumnya diremehkan, karena 99,98% DNA anak tersebut masih berasal dari ibu dan ayah.

Sisanya 0,02% berasal dari donor perempuan. Yang lebih memprihatinkan adalah praktik percobaan dan penghancuran embrio manusia yang masih hidup.

Catherine Robinson, juru bicara Right to Life UK, mengatakan, “Dalam penciptaan bayi dengan tiga orang tua, dua embrio lainnya dihancurkan, yang berarti dua individu manusia harus mengakhiri hidup mereka untuk menciptakan bayi ketiga,” dikutip  dari ChristianPost.

Robinson menyampaikan kekhawatirannya atas permintaan Otoritas Fertilisasi dan Embriologi Manusia (HFEA) untuk memperpanjang masa percobaan embrio manusia secara legal dari 14 hari menjadi 22 hari.

“Sekitar hari ke-22, sistem saraf pusat terbentuk dan pada hari ke-28, jantung yang sedang berkembang terkadang terlihat berdetak, otak mulai berkembang, dan mata, telinga, serta hidung bayi mulai terbentuk,” tambahnya. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.