Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kompleksitas Penyebab Perang Dunia I

📅 Jumat, 21 Jul 2023, 06:10 WIB | Oleh:
Kompleksitas Penyebab  Perang Dunia I Doc: AFP

Perang Dunia atau Perang Besar telah menggunakan teknologi yang mematikan dari sebelumnya. Faktor penyebabnya adalah imperialisme, kebanggaan nasionalistik, dan aliansi timbal balik semuanya berperan dalam membangun ketegangan yang akan meledak menjadi perang.

Perang Dunia I (PD I) adalah sebuah perang global yang terpusat di Eropa dan dimulai pada 28 Juli 1914 hingga 11 November 1918. PD I memperkenalkan kepada dunia pada kengerian perang parit dan teknologi baru yang mematikan seperti gas beracun dan tank. Hasilnya adalah beberapa pembantaian paling mengerikan yang pernah terjadi di dunia, dengan lebih dari 16 juta personel militer dan warga sipil kehilangan nyawa.

PD I juga secara radikal mengubah peta, yang menyebabkan runtuhnya Kekaisaran Austro-Hungaria, Ottoman, dan Russia, yang telah ada selama berabad-abad, diikuti dengan pembentukan negara-negara baru untuk menggantikannya.

Lama setelah tembakan terakhir dilontarkan, gejolak politik dan pergolakan sosial terus berlanjut di Eropa. Masalah ini menciptakan konflik global yang lebih besar dan lebih berdarah dua dekade kemudian. Kepemimpinan yang tidak efektif dan infrastruktur yang lemah selama perang bahkan bisa menyebabkan runtuhnya Dinasti Romanov.

"Tidak ada yang bisa mengatakan dengan tepat mengapa itu terjadi," jelas narasi sebuah film di Museum dan Memorial Perang Dunia I Nasional di Kansas City.

Menurut film tersebut, ada delapan peristiwa yang menyebabkan perang. "Yang mungkin, pada akhirnya, merupakan penjelasan terbaik mengapa hal itu terjadi," lanjut penjelasan film tersebut.

Pertama yaitu adanya aliansi Prancis-Russia (1894). Baik Russia maupun Prancis, yang telah dipermalukan dalam perang Prancis-Prusia tahun 1870-1871. Keduanya mengkhawatirkan kebangkitan kekuatan Jerman, yang telah membentuk aliansi dengan Austria-Hongaria dan Italia. Jadi kedua negara memutuskan untuk bergabung untuk saling melindungi. Itu adalah awal dari apa yang akan menjadi pihak sekutu,Triple Entente, dalam Perang Dunia I.

"Menurut saya, penyatuanTriple Ententesecara bertahap aliansi Prancis-Russia pada tahun 1894,Entente CordialeInggris-Prancis tahun 1904, danEntenteInggris-Russia tahun 1907 yang benar-benar memperkuat sistem diplomasi melalui perjanjian yang membentuk blok antagonis utama yang berperang pada tahun 1914," kata Richard S Fogarty, seorang profesor sejarah di University at Albany.

Fogarty menjelaskan sistem aliansi sangat penting untuk membentuk perang, dan bahkan dalam membantu mewujudkannya. Hal itu menciptakan serangkaian harapan tentang persaingan dan persaingan internasional, menentukan perang seperti apa yang dibayangkan dan dipersiapkan oleh orang Eropa.

Penyebab kedua adalah hukum Angkatan Laut Jerman Pertama (1898). Undang-undang ini, yang dianjurkan oleh Menteri Angkatan Laut Kekaisaran Jerman yang baru diangkat, Laksamana Alfred von Tirpitz, yang secara dramatis memperluas ukuran armada tempur Jerman.

Undang-undang pertama dari lima undang-undang mendikte pembangunan di mana Jerman ingin membangun kekuatan yang lebih unggul dari Angkatan Laut Kerajaan Inggris yang saat itu memang sangat kuat.

"Tirpitz bertujuan untuk memaksa Inggris bersekutu dengan Jerman dengan persyaratan Jerman," jelas Eugene Beiriger, seorang profesor studi sejarah, perdamaian, keadilan dan konflik di Universitas DePaul, dan penulis buku berjudulPerang Dunia I: Penjelajahan Sejarah Literatur(2018).

Menanggapi undang-undang itu, Inggris membangun lebih banyak kapal, dan dengan mengakhiri kebijakan isolasi di akhir tahun 1880-an. Negara ini juga membentuk aliansi dengan Jepang, Prancis, dan Russia.

"Hukum Angkatan Laut Jerman menciptakan konsekuensi yang tidak diinginkan," kata Beiriger. "Mereka akhirnya mengasingkan pemerintah dan publik Inggris sebelum perang," imbuh dia pada lamanhistory.com.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.