Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Komisi Kepastian Hukum Perlu Dibentuk untuk Dorong Investasi

📅 Senin, 10 Nov 2025, 01:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Komisi Kepastian Hukum Perlu Dibentuk untuk Dorong Investasi Doc: antara
Ket. Hardjuno Wiwoho Pengamat sekaligus Kandidat Doktor Hukum dan Pembangunan dari Universitas Airlangga - Perlu langkah konkret, dengan membentuk Komisi Kepastian Hukum untuk ekonomi, sebagaimana Presiden Prabowo harus membentuk Komisi Reformasi Polri.

JAKARTA - Pemerintah diimbau melakukan langkah konkret untuk memperkuat kepastian hukum sebagai fondasi utama pembangunan ekonomi nasional. Untuk itu, pembentukan Komisi Kepastian Hukum untuk Ekonomi dipandang perlu karena bisa berfungsi memastikan penegakan hukum tidak lagi menjadi hambatan bagi dunia usaha dan investasi.

Pengamat sekaligus Kandidat Doktor Hukum dan Pembangunan dari Universitas Airlangga, Hardjuno Wiwoho mengatakan selama ini, kepastian hukum hanya sebatas wacana. Padahal, hukum harus menjadi fondasi ekonomi.

“Perlu langkah konkret, dengan membentuk Komisi Kepastian Hukum untuk ekonomi, sebagaimana Presiden Prabowo barus membentuk Komisi Reformasi Polri,” kata Hardjuno di Jakarta, Minggu (9/11).

Anggota komisi itu pun sebaiknya bukan aparat penegak hukum aktif, melainkan ahli hukum yang diakui secara akademik dan moral, seperti tokoh-tokoh sekelas Romli Atmasasmita, Yusril Ihza Mahendra, dan Mahfud MD.

Usulan Hardjuno itu merupakan tindak lanjut dari pandangan Menko Polhukam Yusril Ihza Mahendra pekan lalu, yang menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi hanya bisa berjalan jika keadilan hukum ditegakkan.

Hukum adalah batu karang bagi stabilitas negara dan tidak boleh dipelintir untuk kepentingan pihak tertentu. Hardjuno menilai pandangan tersebut harus segera ditindaklanjuti melalui pembentukan tim independen yang memiliki mandat reformasi hukum secara struktural dan menyeluruh.

Lebih lanjut, Hardjuno menyebut bahwa Komisi Kepastian Hukum untuk Ekonomi ini dapat dipimpin oleh pakar hukum terkemuka nasional seperti Romli Atmasasmita dengan anggota yang terdiri dari guru besar hukum, praktisi berpengalaman internasional, dan tokoh ekonomi strategis.

“Kalau kita mau bersaing sebagai negara yang kondusif bagi investasi, harus ada langkah ini. Supaya investor merasa ada payung hukum. Yang sekarang tidak bisa, karena berantakan dan bisa dipelintir,” jelasnya.

Ia bahkan menyarankan agar anggota komisi juga melibatkan tokoh-tokoh internasional untuk memperkuat kredibilitas di mata dunia. “Masukkan saja tokoh seperti Ray Dalio atau figur ekonomi dari Jepang sebagai anggota kehormatan dan pimpinan BUMN sebagai salah satu ketua,” ujarnya.

Tanpa langkah nyata seperti pembentukan komisi itu, Indonesia kata Hardujo akan terus tertinggal karena hukum “bisa hitam putih dan tergantung apa yang mau diapakan,” bukan berdasarkan prinsip kebenaran dan keadilan.

Penguatan Lembaga

Sementaraa itu, Guru Besar Ekonomi Bisnis Unika Atma Jaya, Rosdiana Sijabat mengakui bahwa masalah kepastian hukum dan regulasi yang tumpang tindih menjadi persoalan besar yang membuat investor itu berhitung untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

“Makanya perlu penguatan lembaga yang sudah ada untuk memperkuat kepastian hukum. Salah satu masalah terbesar investasi kita itu kepastian hukum yang kurang memadai, bisa kita lihat soal perizinan yang berbelit belit meskipun kita sudah punya online single submision (OSS),"tegasnya

Rosdiana menyoroti banyaknya regulasi yang tumpang tindih antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah seperti apa perizinan di Pulau Jawa, begitu juga luar Jawa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.