Kisah Samson Preman Kampung Ciemas Sebelum Tewas Diamuk Massa
📅 Minggu, 23 Feb 2025, 09:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
SUKABUMI - Seherlan alias Samson (33) warga Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang dikenal sebagai preman kampung, sebelum tewas diamuk massa pada Jumat (21/2) sempat menitipkan anak perempuannya yang barus berusia dua tahun kepada Erna Purnamasari (43) yang merupakan bibinya warga Kampung Lambau Selagedang.
"Sehari sebelum kejadian, Samson sempat datang ke sini dengan membawa anak semata wayangnya, dan tidak menunjukkan perilaku yang aneh," katanya yang tinggal di salah satu bangunan bekas Observasi Bulan di Kampung Lambau Selagedang, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Sabtu (22/2).
Menurut Erna, saat baru tiba di rumahnya, Samson sempat meminta dirinya untuk memasak ikan kesukaannya dan seperti biasa mengobrol. Namun, ada beberapa perkataan keponakannya itu yang hingga kini membekas di hati dirinya.
Samson tiba-tiba menitipkan anaknya kepada Erna dan meminta mengurusnya dengan baik. Kemudian saat meminta dimasakkan ikan, pemuda yang kerap berbuat onar ini sempat bilang bahwa permintaannya itu merupakan yang terakhir, dan ia tidak akan kembali lagi.
Perkataan Samson tersebut awalnya hanya dianggap angin lalu dan Erna pun tidak memiliki firasat bahwa keponakannya itu akan pergi untuk selamanya dengan cara tragis.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Bi titip anak dan jangan dititipkan lagi ke siapa pun, baik itu neneknya. Anak ini harus diurus dan dijaga sama bibi. Anak semata wayangnya itu merupakan hasil pernikahan dengan istrinya, namun setelah melahirkan istrinya malah meminta cerai. Samson dikenal sangat sayang kepada anaknya itu, meskipun di luar rumah kerap membuat onar," tambahnya.
Keesokan harinya atau pada Jumat petang, Samson kemudian meminta izin kepada bibinya itu untuk pergi ke masjid di Kampung Cihurang, Desa Cidadap.
Ia pun sempat berpesan kepadanya agar jangan berbuat onar, dan shalat yang benar, karena Samson diketahui baru pulang dari rumah sakit setelah menjalani perawatan beberapa hari karena sakit.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, alangkah terkejut dirinya setelah mendapatkan informasi dari suaminya bahwa Samson telah meninggal pada Jumat malam, akibat diamuk massa dan saat ini jasadnya berada di RSUD Palabuhanratu.
Erna yang mendapat informasi itu hanya bisa menangis dan tidak berani datang ke rumah sakit karena lemah jantung, dan ia pun hanya bisa mengingat ucapan dan permintaan terakhir Samson.
Di sisi lain, ia menceritakan bahwa keponakan kesayangannya tidak pernah berbuat kasar baik kepada dirinya, keluarganya yang lain apalagi ke anaknya.
Namun diakuinya, Samson memang sempat mengalami depresi setelah bercerai dengan istrinya. Bahkan, Erna mengaku sempat melihat langsung saat Samson membuat onar.
Selain itu, di Kampung Selagedang, pemuda yang kerap berurusan dengan hukum ini belum pernah berbuat onar. Samson pun sering ke masjid, shalat dan kerap berbagi rokok makanan dengan tetangga.
Kemudian, untuk memenuhi kebutuhan susu anaknya, Samson kerap bekerja di laut membantu nelayan, dan setelah pulang dari mana saja selalu bawa makanan dan minuman untuk anaknya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!