Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penyesuaian Pola Tanam Kunci Penuhi Target Luas Tambah Tanam Kabupaten Sukabumi

📅 Rabu, 17 Sep 2025, 17:35 WIB | Oleh:
  Penyesuaian Pola Tanam Kunci Penuhi Target Luas Tambah Tanam Kabupaten Sukabumi Doc: Pusat PVTPP
Ket. Rapat koordinasi luas tambah tanam (Rakor LTT) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang diselenggarakan oleh Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (Pusat PVTPP) Kementan.

JAKARTA - Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (Pusat PVTPP) Kementan menggelar rapat koordinasi luas tambah tanam (Rakor LTT) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Pada kesempatan ini, Kepala Pusat PVTPP, Leli Nuryati bersama Kementerian PU, Dinas Pertanian dan juga para penyuluh Sukabumi mendorong penguatan kolaborasi dalam mempercepat ketersediaan air.

Selain itu, Leli meminta para petani melakukan penyesuaian pola tanam agar ke depan mampu memenuhi target yang telah ditentukan terutama karena saat ini wilayah Jawa Barat telah memasuki musim penghujan. Dengan begitu, menurut Leli, pola tanam yang dilakukan bisa disisipi padi gogo atau tumpang sari lainya.

“Kemudian yang juga sangat penting adalah pendampingan kepada petani hingga pembentukan Brigade Pangan (BP) dengan harapan dapat disesuaikan dengan lokasi optimalisasi lahan nonrawa di Sukabumi. Sehingga perlu adanya kajian BP di lokasi oplah non rawa sesuai kondisi oplah dan wilayah di Kabupaten Sukabumi" ujar Leli dalam keterangannya pada hari Selasa (16/9).

Ia mengatakan, tantangan Kabupaten Sukabumi ke depan semakin nyata karena target LTT mengalami kenaikan signifikan dari semula 11.633 hektar menjadi 16.868 hektar.  Kenaikan ini menurut dia mencerminkan akan harapan juga kepercayaan terhadap kabupaten yang merupakan salah satu lumbung pangan nasional.

“Kenaikan ini tentu mencerminkan harapan sekaligus kepercayaan terhadap kapasitas Sukabumi sebagai lumbung pangan nasional,” katanya.

Ia mengatakan, kabupaten Sukabumi memiliki potensi besar dalam menambah daya gedor produksi nasional. Sebagaimana diketahui bersama kinerja oplah dan rawa kabupaten Sukabumi juga sudah memasuki 70 persen untuk tahap satu 2025.

“Kami sampaikan untuk kegiatan oplah dan rawa tahap satu hampir 70 persen selesai. Karena itu kita berharap dapat selesai di akhir September ini hingga lahan oplah dan rawa bisa segera ditanami” katanya.

Mengenai hal ini, Leli mengapresiasi kinerja dan kolaborasi semua pihak dalam menuntaskan berbagai target LTT baik yang dimonitoring secara harian, mingguan dan bulanan. 

“Alhamdulliah secara kesanggupan dinas realisasi harian sudah hijau. Ini karena kolaborasi semua pihak. Karena itu, saya berharap Kadis PU dan juga teman-teman penyuluh dapat menyampaikan usulan rehab irigasi dan normalisasi normalisasi agar realisasi kita bisa dimaksimalkan,” katanya.

“Dan yang juga penting adalah harus melakukan penyesuaian target per kecamatan, sehingga pembagian tanggung jawab menjadi lebih proporsional, realistis, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tambahnya.

“Saat ini,melihat realisasi harian LTT di Kabupaten Sukabumi telah memiliki saya yakin dapat mencapai kesanggupan LTT 100 persen, maka pencapaian target nasional bukan suatu yang mustahil,” lanjutnya.

Sebagai informasi, kegiatan ini dihadiri Direktur Serealia, Ditjen Tanaman Pangan selaku Penanggung Jawab LTT Provinsi Jawa Barat, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Citarum, Para Kepala UPTD Wilayah I sampai VII, Koordinator BPP serta para penyuluh Sukabumi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Ekonomi
Di BNI WondrX 2026, BNI Sek...
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Gunung Anak Krakatau Erupsi...
Daerah
Tradisi Grobyak Ikan Sumber...

Rupiah Masih Rentan - 24 Agustus 2026

6 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 24 Ag...
Ekonomi
IHSG Menghijau! Awal Perdag...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.