Kirsty Coventry Terpilih sebagai Presiden IOC Perempuan Pertama
📅 Selasa, 24 Jun 2025, 21:55 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Olympics.com
JAKARTA - Sejarah tercipta dengan terpilihnya Kirsty Coventry sebagai presiden baru Komite Olimpiade Internasional (IOC), Senin (23/6). Mantan perenang asal Zimbabwe ini meraih 49 suara dari 97 suara yang sah dalam satu putaran utuk mengalahkan tujuh kandidat lainnya.
Perolehan Coventry ini unggul 21 angka dari Juan Antonio Samaranch Salisachs asal Spanyol (28 suara). Dengan ini Coventry tercatat sebagai perempuan dan orang Afrika pertama yang memimpin IOC.
Serah terima jabatan dari Thomas Bach kepada Kirsty Coventry dilakukan dalam sebuah upacara simbolis di Olympic House, Lausanne, Swiss, Senin (23/6). Itu bertepatan dengan Hari Olimpiade, yang memang diperingati setiap tanggal 23 Juni untuk mengenang pendirian Olimpiade modern tahun 1894.
Bach pun kini ditunjuk sebagai Presiden Kehormatan IOC Seumur Hidup. Bach tidak lupa berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantunya dalam tugas sebagai Presiden IOC.
“Saya tidak pernah berjalan sendirian. Kita telah melakukan reformasi, pembaruan, dan bersatu dalam nilai-nilai yang mendefinisikan Gerakan Olimpiade,” kata Thomas Bach, dikutip dari laman resmi Olimpiade.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Zaman baru membutuhkan pemimpin baru dan kalian telah memilih pemimpin baru itu. Seorang yang hidupnya lekat dengan nilai Olimpiade, kini ia mencetak sejarah: Kirsty Coventry,” ucap dia.
Sementara itu, Kirsty Coventry juga berterima kasih kepada Thomas Bach yang telah menjalankan tugas selama 12 tahun sebagai Presiden IOC. Dia pun menyampaikan visinya selama menjabat Presiden IOC untuk delapan tahun ke depan.
“(Olimpiade adalah) sebuah platform untuk menginspirasi, mengubah hidup, dan membawa harapan. Ini bukan sekadar ajang olahraga, ini adalah harapan bagi dunia yang sedang terpecah,” kata dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Coventry adalah mantan atlet renang Zimbabwe. Perempuan 41 tahun ini telah mengoleksi tiga medali emas Olimpiade, yakni pada edisi 2004 (dua emas) dan 2008 (satu emas). Setelah pensiun, Coventry aktif berorganisasi. Pada 2012, ia terpilih sebagai anggota IOC untuk posisi Komisi Atlet. Setahun berikutnya ia resmi menjadi IOC Member.
Kiprahnya di dunia internasional ini membuat Coventry ditunjuk sebagai Menpora Zimbabwe pada 2018. Kini ia akan mengemban tugas sebagai presiden IOC untuk delapan tahun ke depan. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!