Ketidakpastian Membayangi Prospek Perekonomian AS
📅 Jumat, 31 Mei 2024, 00:03 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Sumber: Departemen Perdagangan AS - KORAN JAKARTA/
WASHINGTON - Federal Reserve pada hari Rabu (29/5) waktu Washington mengatakan prospek perekonomian Amerika Serikat (AS) menjadi lebih suram dengan adanya laporan ketidakpastian yang meningkat dan kekhawatiran terhadap risiko, meskipun pertumbuhan secara keseluruhan terus berlanjut akhir-akhir ini.
"Pandangan ini muncul ketika belanja diskresi berkurang dan konsumen menjadi lebih sensitif terhadap biaya dalam beberapa pekan terakhir, sementara peningkatan lapangan kerja sebagian besar tidak signifikan," kata the Fed dalam survei kondisi ekonomi "Beige Book".
Berdasarkan laporan tersebut, di seluruh AS aktivitas ekonomi tetap positif dari awal April hingga pertengahan Mei, namun kondisinya bervariasi antar-industri dan distrik.
Seperti dikutip dari Barron, setelah menaikkan suku bunga dengan cepat pada tahun 2022, the Fed dalam beberapa bulan terakhir mempertahankan suku bunga pada tingkat yang tinggi dengan harapan dapat menekan inflasi yang membandel dengan menurunkan permintaan.
Namun pada pertemuan terakhir para pengambil kebijakan di bulan Mei, mereka menyebutkan kurangnya kemajuan lebih lanjut menuju target inflasi dua persen dalam mempertahankan suku bunga pinjaman acuan tidak berubah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Semua perhatian tertuju pada indikasi bahwa the Fed akan mulai menurunkan suku bunganya, dan perekonomian yang lebih dingin dapat memacu optimisme tersebut.
"Sepuluh dari dua belas distrik Federal Reserve melaporkan peningkatan aktivitas ekonomi dalam 'Beige Book' terbaru, sama seperti pada bulan April," kata Wakil Kepala Ekonom AS di Oxford Economics, Michael Pearce.
Dia mencatat bahwa bukti anekdotal dalam laporan tersebut menunjukkan bahwa ekspansi masih didorong oleh konsumen yang kuat.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Bagian-bagian perekonomian yang sensitif terhadap suku bunga juga bertahan dengan baik meskipun suku bunga tinggi membatasi permintaan pinjaman," kata Pearce.
Penjualan Perumahan
Standar kredit yang ketat dan suku bunga yang tinggi telah menghambat pertumbuhan pinjaman, sementara kenaikan suku bunga juga berdampak pada penjualan perumahan.
Dengan harga yang masih meningkat, konsumen di sebagian besar dari 12 distrik di the Fed menolak kenaikan harga tambahan, yang menyebabkan margin keuntungan lebih kecil.
Sementara itu, beberapa daerah mencatat adanya penurunan ekspektasi perekrutan tenaga kerja di tengah melemahnya permintaan dunia usaha.
"Prospek keseluruhan menjadi lebih pesimistis di tengah laporan meningkatnya ketidakpastian dan risiko penurunan yang lebih besar," tambah laporan tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!