Keren Program Ini, Sleman Cegah Perilaku Menyimpang Remaja Melalui Geber Penak
📅 Kamis, 19 Des 2024, 23:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-Bagian Prokopim Setda Sleman
Sleman- Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan pencegahan perilaku menyimpang bagi remaja melalui Gerakan Bersama Perlindungan Anak (Geber Penak) 2024.
Kegiatan yang berlangsung di Museum Candi Prambanan, Sleman, Kamis, diikuti oleh 270 peserta dari unsur pelajar SMP/SMA di Kapanewon (Kecamatan) Prambanan, Kalasan, dan Berbah, serta forum anak.
Kegiatan ini diisi dengan kegiatan talkshow bertajuk perilaku menyimpang remaja dengan fokus salah satu penyebab yaitu masalah kesehatan mental.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Susmiarto mengatakan bahwa program Geber Penak ini merupakan upaya dari pemerintah untuk menjadikan Sleman sebagai wilayah ramah anak.
"Upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sleman seperti Geber Penak ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya gangguan baik fisik maupun mental yang menyasar anak-anak dan remaja di wilayah Kabupaten Sleman," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sleman terus menggalakkan beberapa program untuk mewujudkan Kabupaten Sleman yang sehat lahir batin, maju, unggul, dan berprestasi.
"Berbagai program sudah dilaksanakan seperti pencegahan stunting, bina keluarga balita, bina keluarga remaja, hingga bina keluarga lansia dengan
Temuan Dinas P3AP2KB dari masing-masing 50 sampel peserta didik di enam sekolah setingkat SMP dan SMA yang tersebar di Kapanewon Berbah, Mlati, Moyudan, Tempel, dan Moyudan ada bermacam kenakalan remaja yang berhasil diidentifikasi dan ditindaklanjuti.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jenis kenakalannya antara lain merokok, minum minuman beralkohol, kekerasan di jalan, balap liar, vandalisme, perundungan, sampai pornografi dan judi online," katanya.
Menurut dia, temuan tersebut ditindaklanjuti dengan langkah kuratif dan rehabilitatif melalui pendampingan guru BK, pendampingan psikolog dari puskesmas, sampai membawa siswa ke Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Remaja.
"Temuan itu juga mendapatkan kesimpulan bahwa salah satu penyebab kenakalan remaja adalah tidak adanya komunikasi yang berkualitas antara orang tua dengan anaknya," kata dia.
Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman Wildan Solichin mengatakan bahwa perilaku menyimpang pada remaja memerlukan perhatian dari segala pihak baik dari pihak sekolah maupun orang tua.
"Perlu adanya bimbingan dan pendekatan terhadap orang tua terkait perlunya membangun parenting yang efektif dan berkualitas," katanya.
Ketua Tim Kerja Ketahanan Keluarga dan Pencegahan Stunting BKKBN DIY Mustikaningtyas mengatakan remaja sering berada dalam emosi yang tidak stabil. Hal ini disebabkan remaja dalam masa transisi dari anak-anak menuju dewasa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!