Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Longsor Menutup Akses Jalan Raya Pangalengan, Warga Cari Jalan Alternatif

📅 Senin, 14 Apr 2025, 11:03 WIB | Oleh:
Longsor Menutup Akses Jalan Raya Pangalengan, Warga Cari Jalan Alternatif Doc: Polsek Pangalengan
Ket. Petugas gabungan saat mengevakuasi material bencana longsor di Jalan Raya Pangalengan, tepatnya di Kampung Babakan Sukasari RT-01/RW-23 Desa Margamulya Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung Jawa Barat, Senin (14/4/2025).

BANDUNG - Tanah longsor menutup akses jalan penghubung antar-kecamatan, tepatnya di Jalan Raya Pangalengan Kampung Babakan Sukasari Desa Margamulya, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (14/4) dini hari.

“Peristiwa ini menyebabkan akses jalan yang menghubungkan Kecamatan Pangalengan dengan Kecamatan Cimaung lumpuh total,” kata Kapolsek Pangalengan AKP Edi Pramana di Kabupaten Bandung, Senin.

Edi menjelaskan, pihaknya bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bandung langsung bergerak cepat dengan mendatangi dan mengamankan lokasi kejadian.

"Kami segera berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk penanganan pembersihan material longsoran yang membutuhkan alat berat," katanya.

Longsor di tebing tanah setinggi kurang lebih 10 meter ini menyebabkan badan jalan ditutupi tanah yang dipicu hujan deras yang turun sejak pagi hingga malam pada Minggu (13/4) serta kondisi tanah yang labil, mengakibatkan tidak mampu menahan air hujan.

“Longsor ini terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras sepanjang hari sebelumnya,” kata dia.

Menurut dia, tidak ada korban maupun kerugian materi atas kejadian ini. Sementara situasi di lapangan telah dikendalikan dan penanganan lebih lanjut tengah dilakukan oleh pihak terkait.

"Alhamdulillah, saat ini sudah mulai dilakukan pembersihan material tanah longsor," katanya.

Edi mengimbau kepada masyarakat yang melintasi jalur tersebut untuk sementara mencari jalur alternatif dan tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat curah hujan yang masih tinggi di wilayah Bandung Selatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.