Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Keren, BKKBN Jatim Apresiasi Capaian Penanganan Stunting di Kota Kediri

📅 Sabtu, 18 Nov 2023, 00:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
Keren, BKKBN Jatim Apresiasi Capaian Penanganan Stunting di Kota Kediri Doc: ANTARA/ HO-Pemkot Kediri
Ket. Kegiatan talkshow internalisasi pengasuhan balita dalam rangka penurunan stunting di Kota Kediri, Jawa Timur.

Kediri - Keren, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Timur (Jatim) mengapresiasi capaian penanganan stunting di Kota Kediri yang dinilai sudah bagus.

"Di Kota Kediri hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, prevalensi stunting sudah bagus yaitu 14,3 persen, lebih rendah dibandingkan Jatim yang 19,2 persen dan nasional 21.6 persen. Namun kami harap di tahun 2023 prevalensi stunting Kota Kediri bisa turun menjadi satu digit saja. Untuk itu setiap kegiatan yang bisa mendorong penurunan stunting akan kami dukung sepenuhnya," kata Kepala Perwakilan BKKBN JatimMaria Ernawati di Kediri, Jumat.

Ernawatimengatakanstunting disebabkan faktor multidimensi, tidak hanya karena gizi buruk yang dialami ibu hamil maupun anak balita. Intervensi yang paling menentukan untuk dapat mengurangi prevalensi stunting perlu dilakukan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan beberapa faktor yang menjadi penyebab stunting, yaitu praktik pengasuhan yang kurang baik, termasuk kurangnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan.

Ia menambahkan strategi percepatan penurunan stunting berdasarkan Peraturan Presiden 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stuntingterdiri dari menurunkan prevalensi stunting, meningkatkan kualitas penyiapan kehidupan berkeluarga, menjamin pemenuhan asupan gizi, memperbaiki pola asuh, meningkatkan kualitas akses mutu pelayanan kesehatan, serta meningkatkan akses air minum dan sanitasi.

"Strategi ini kami terapkan dengan mulai menghadang dari hulu. Kamientaskan kasus stunting yang sudah ada dan kami cegah kasus stunting baru dengan melakukan pendampingan keluarga-keluarga berisiko stunting, seperti calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia 0-2 tahun," ucapnya.

BKKBN, kata dia, telah menyiapkan tim pendamping keluarga. Satu tim terdiri dari tiga orang yaitu bidan atau tenaga kesehatan, PKK, dan kader KB.

Sementara itu Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota KediriAgus mengatakan pihaknya menggelar temu wicara internalisasi pengasuhan balita guna menurunkanstunting.

Menurutnya, internalisasi adalah program yang lebih memperdalam pengetahuan kader dan masyarakat tentang bagaimana cara memberikan pola asuh yang benar pada 100 HPK.

"Pada internalisasi ini kami menghadirkan narasumber yang kompeten. Ada tiga narasumber yaitu dokter spesialis anak, psikolog, dan TP PKK Kota Kediri. Para narasumber akan memberikan pengetahuan bagaimana cara memberikan ASI yang benar, bagaimana memberikan makanan pendamping ASI yang benar dan sebagainya," ujar Agus.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.