Kepuasan Hidup Rendah, Korea Selatan Laporkan Lebih Banyak Kasus Bunuh Diri
📅 Rabu, 22 Feb 2023, 12:30 WIB | Oleh: Suliana
Doc: Freepik/Dashu83
Kasus bunuh diri di Korea Selatan dilaporkan meningkat seiring menurunnya tingkat kepuasan hidup di negara itu.
Menurut laporan berjudul "Quality of Life Indicators in Korea 2022" yang diterbitkan oleh Statistics Korea pada hari Senin (20/2), tingkat bunuh diri di Korea Selatan dilaporkan mencapai 26,0 per 100.000 orang pada tahun 2021. Rasio itu naik sekitar 0,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Angka itu khususnya meningkat pada kelompok usia 20-an, di mana kasus bunuh diri meningkat dari 21,7 kasus per 100.000 orang pada tahun 2020 menjadi 23,5 pada tahun 2021. Demikian pula, tingkat bunuh diri untuk mereka yang berusia 70-an meningkat dari 38,8 menjadi 41,8 selama periode waktu yang sama.
Melonjaknya angka kasus bunuh diri selaras dengan menurunnya tingkat kepuasan hidup di Korea Selatan, yang menjadi salah satu negara dengan tingkat kepuasan hidup terendah di antara 38 negara yang tergabung dalam Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).
Menurut Laporan Kebahagiaan Dunia 2022 yang diterbitkan oleh Jaringan Solusi Pembangunan Berkelanjutan, sebuah organisasi nirlaba yang dibentuk PBB, menunjukkan "skor kebahagiaan" Korea Selatan rata-rata hanya 5,9 poin antara tahun 2019 dan 2021.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara menurut laporan berjudul "Quality of Life Indicators in Korea 2022" yang diterbitkan oleh Statistics Korea pada hari Senin (20/2), tingkat kepuasan hidup warga Korea Selatan pada tahun 2021 sebesar 6,3 poin dari 10, naik 0,3 poin dibandingkan tahun sebelumnya.
Angka ini jauh lebih rendah dari rata-rata OECD, yang mencapai 6,7 poin. Laporan itu menunjukkan hanya ada dua negara yang memiliki skor kepuasan hidup lebih rendah daripada Korea Selatan, yakni Turki dengan skor 4,7 dan Kolombia yang hanya mendapatkan skor 5,8.
Laporan "Quality of Life Indicators in Korea 2022" menunjukkan mereka yang termasuk dalam kelompok berpenghasilan rendah dengan penghasilan kurang dari 1 juta won per bulan mencatat skor kepuasan hidup 5,5 poin, 0,8 poin di bawah rata-rata.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, jumlah lansia Korea yang tinggal sendiri juga meningkat sementara tingkat pelecehan anak yang dilaporkan juga meningkat secara signifikan.
Melansir Hankyoreh, terkait adalah peningkatan proporsi orang berusia 65 tahun ke atas yang hidup sendiri. Pada 2022, angkanya mencapai 20,8 persen, naik 0,2 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, tingkat kekerasan terhadap anak juga meningkat. Pada tahun 2021, angka ini mencapai 502,2 per 100.000 anak, naik lebih dari 100 kasus dibandingkan dengan angka tercatat 401,6 untuk tahun 2020.
Jumlah kasus pelecehan anak di negara ini terus meningkat sejak tahun 2001, ketika angkanya hanya 17,7 kasus per 100.000 orang.
"Jumlah kasus pelecehan anak dihitung sebagai jumlah laporan yang diterima tentang pelecehan anak, jadi tidak jelas apakah jumlah sebenarnya kasus pelecehan anak meningkat atau pelaporannya sendiri meningkat," jelas Statistics Korea.
Rasio total utang rumah tangga terhadap pendapatan juga meningkat sebesar 8,7 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya hingga mencapai 206,5 persen pada 2021. Rasio utang rumah tangga rumah tangga Korea Selatan telah meningkat secara konsisten selama 13 tahun terakhir sejak 2008, ketika angka berdiri di 138,5 persen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!