Kepala Dana Iklim Targetkan Negara-negara Miskin
📅 Selasa, 17 Sep 2024, 14:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Greenpeace.org/Jose Jeco/EPA-EFE
PARIS - Kepala Green Climate Fund (GCF) Mafalda Duarte memiliki misi membantu negara-negara rentan yang belum menerima satu sen pun dari sumber pendanaan iklim khusus terbesar di dunia.
Organisasi utama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menyalurkan pendanaan iklim dibentuk bagi negara-negara berkembang yang paling terdampak oleh perubahan iklim, meskipun mereka paling tidak bertanggung jawab atas polusi karbon yang menyebabkan pemanasan global.
Di satu sisi, uang yang dicairkan untuk membantu negara-negara rentan mengurangi emisi gas rumah kaca mereka. Dan untuk beradaptasi dengan badai, kekeringan, dan gelombang panas yang diperparah oleh perubahan iklim, beserta kenaikan muka air laut, di sisi lain.
GCF yang mulai menyalurkan hibah satu dekade lalu, telah mengidentifikasi 19 negara rentan terhadap iklim yang tidak menerima pendanaan sama sekali atau sangat terbatas.
"Kami sengaja menargetkan mereka," kata Duarte kepada AFP dalam sebuah wawancara. Ia memaparkan tahun pertamanya bertugas dan menguraikan ambisinya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menyesuaikan Mekanisme
Daftar target prioritas GCF antara lain Aljazair, Republik Afrika Tengah, Chad, Irak, Lebanon, Mozambik, Papua Nugini, dan Sudan Selatan.
"Tujuan kami adalah untuk memperlengkapi organisasi tersebut sehingga menjadi mitra pilihan bagi mereka yang paling rentan... dan menyalurkan dana ke tempat yang paling membutuhkan," kata ekonom pembangunan asal Portugal tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Yang juga masuk dalam daftar adalah Somalia yang dilanda perang, dilanda banjir besar tahun lalu dan masih menderita kekeringan terburuk dalam beberapa dekade.
GCF telah berjanji akan berinvestasi lebih dari $100 juta selama tahun depan untuk membantu negara Afrika Timur tersebut membuka investasi dan mengembangkan proyek iklim.
Ini termasuk pendanaan energi surya di luar jaringan di masyarakat pedesaan, meningkatkan ketahanan sektor pertanian, dan membantu akses ke lebih banyak uang di masa depan.
"Kita perlu menyesuaikan mekanisme kita agar responsif terhadap jenis negara dengan kapasitas kelembagaan yang lemah," katanya, seraya menegaskan perlunya proyek untuk menjangkau populasi yang terisolasi meskipun ada tantangan keamanan.
Mengalahkan Birokrasi
GCF pertama kali didanai oleh negara-negara kaya satu dekade lalu sebagai komponen utama dalam perjanjian iklim Paris tahun 2015 yang penting.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!