Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenkum Usulkan Desa Keciput sebagai Kawasan Berbasis Kekayaan Intelektual

📅 Kamis, 22 Mei 2025, 14:13 WIB | Oleh:
Kemenkum Usulkan Desa Keciput sebagai Kawasan Berbasis Kekayaan Intelektual Doc: antara foto
Ket. Kadivyankum Kanwil Kemenkum Kepulauan Babel Kaswo di Pangkalpinang, Kamis (22/5).

PANGKALPINANG - Kanwil Kementerian Hukum Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengusulkan Desa Keciput, Kabupaten Belitung, sebagai Kawasan Berbasis Kekayaan Intelektual (KI), guna melindungi budaya dan tradisi masyarakat di daerah tersebut.

“Kami sudah mengusulkan Desa Keciput sebagai Kawasan Berbasis KI untuk mendukung pembangunan pariwisata di daerah itu,” kata Kadivyankum Kanwil Kemenkum Kepulauan Babel Kaswo di Pangkalpinang, Kamis (22/5).

Ia menyatakan Desa Keciput diusulkannya sebagai Kawasan Berbasis KI, karena sebagian produk dari desa tersebut sudah didaftarkan kekayaan intelektual diantaranyamerek Madu Pelabo, Hak Cipta Tari Gambus Bedencak. Selain itu, Mandi Besimbur dan Muang jong sudah tercatat sebagai Kekayaan Intelektual komunal (KIK) dari Kabupaten Belitung.

“Mandi Besimbur adalah ritual adat mandi yang dilakukan oleh kedua mempelai yang baru saja melangsungkan pernikahan. Sedangkan Muang jong merupakan tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Desa Keciput, sebagai bentuk rasa syukur dan permohonan keselamatan saat mengarungi lautan,” katanya.

Ia menyatakan ada beberapa potensi di Desa Keciput untuk dijadikan Kawasan Berbasis Kekayaan Intelektual yaitu lokasi penggiat kawasan karya cipta di rumah adat Desa Keciput dan desa ini berdekatan dengan pesisir pantai.

Desa Keciput ini memiliki seniman tradisional, kreator, atau pelaku seni yang berkomitmen mengembangkan seni budaya di desa yang di bentuk keanggotaannya melalui Lembaga Adat Melayu Desa Keciput.

Selain itu Desa Keciput memiliki potensi karya cipta tari khas desa yaitu Tari Gambus Kelayang Bedencak (Terdaftar Hak cipta) Tari dayang pesiser, Tari Selamat Datang, Tari Kreasi, Tari nyambut menantu.

Memiliki potensi brand desa yaitu,Madu Pelabo (Merek sudah terdaftar di DJKI, produk Madu), Sentak Mendiri (olahan makanan Laut), Hdnoto (Batik dan Kerajinan) dalamproses daftar merek.

"Desa ini juga ada upaya pewarisan dari generasi ke generasi yaitu Pelestarian adat Beselamat Kampong, Beselamat Laut, Sedekah Jum’at, Mandik Besimbor(KIK) danMuang jong (KIK)," katanya.

Plt kakanwil Kemenkum Babel Harun Sulianto mengatakan Desa Keciput memiliki beberapa keunggulan yakni Tanjung Kelayang yang merupakan Icon Desa Keciput, Belitung Merupakan kawasan ekonomi khusus (KEK) Pariwisata.

Selain itu adanya wisata bahari Pulau Lengkuas, wisata edukasi seperti penangkaran penyu dan ternak madu, wisata kuliner, wisata budaya yang menjadi unggulan desa untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.

"Kepala Desa Keciput Pratiwi Perucha pada tahun lalu juga berhasil menerima beberapa penghargaan tingkat nasional seperti Pparalegal Justice Award, kepala desa juru damai,Non Litigation Peacemaker, lulus Paralegal Academy, Anubhawa Sasana Jagaddhita dan lainnya," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Pemerintah Perlu Fokus Perc...

UMKM Didorong Tembus Rantai Global

51 menit yang lalu | Lukman

Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.