Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tim Putri Iran Hadapi Piala Asia di Tengah Konflik Berdarah

📅 Senin, 02 Mar 2026, 07:20 WIB | Oleh:
Tim Putri Iran Hadapi Piala Asia di Tengah Konflik Berdarah Doc: AFP
Ket. Timnas wanita Iran tiba di Australia untuk tampil pada ajang AFC Women's Asian Cup 2026.

GOLD COAST — Di tengah kabar memilukan dari kampung halaman, tim nasional putri Iran tetap memusatkan fokus pada sepak bola. Skuad berisi 26 pemain itu sudah tiba di Gold Coast, Australia, beberapa hari sebelum Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Iran yang dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Di Australia, mereka akan tampil pada ajang AFC Women's Asian Cup 2026 dan dijadwalkan membuka turnamen melawan Korea Selatan, Senin (2/3) waktu setempat.

Konfederasi Sepak Bola Asia, Asian Football Confederation, menyatakan terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah. Dalam pernyataannya, AFC menegaskan bahwa prioritas utama adalah kesejahteraan, keselamatan, dan keamanan seluruh pemain, pelatih, ofisial, serta suporter.

“Kami menjalin komunikasi yang erat dan rutin dengan tim nasional putri Iran serta para ofisial di Gold Coast dan menawarkan dukungan serta bantuan penuh,” tulis AFC.

Pelatih Iran, Marziyeh Jafari, hadir dalam konferensi pers jelang laga, Minggu, namun memilih tetap berbicara soal persiapan tim. Ia menyebut turnamen ini sebagai panggung untuk menunjukkan “potensi perempuan Iran”.

“Setelah musim liga di Iran, kami menjalani tiga pemusatan latihan sebelum datang ke Australia. Di sini kami menjalani beberapa sesi yang sangat bermanfaat. Saya berharap besok kami bisa menunjukkan pertandingan yang bagus,” ujarnya.

Turnamen yang diikuti 12 tim ini menjadi salah satu panggung terbesar bagi banyak pemain Iran. Mereka mencatat debut bersejarah pada edisi 2022 di India, meski kala itu harus menelan kekalahan telak dari China dan Taiwan. Terlepas dari hasil, kiprah tersebut menjadikan mereka simbol kebanggaan nasional di negara yang hak-hak perempuan masih sangat dibatasi.

Jafari mengakui tantangan kali ini lebih berat. Selain Korea Selatan, Iran berada satu grup dengan tuan rumah Australia dan Filipina.

“Pada 2022 grup kami sedikit lebih ringan. Sekarang kami datang dengan pengalaman lebih, tetapi grupnya lebih tangguh. Namun kami tetap ingin menunjukkan potensi perempuan Iran,” katanya.

Iran lolos ke Australia lewat kampanye kualifikasi yang alot, ditutup kemenangan penting atas favorit Yordania untuk memastikan tampil dua edisi beruntun.

Kapten tim, Zahra Ghanbari, mengaku timnya tak sekadar ingin berpartisipasi.

“Turnamen ini luar biasa dengan tim-tim hebat, tetapi kami benar-benar ingin lolos ke Piala Dunia,” ujar pemain berusia 33 tahun itu. “Kami tahu ini laga-laga berat, tetapi mentalitas kami juga kuat dan kami ingin memberikan yang terbaik.”

Enam tim terbaik turnamen ini akan mengamankan tiket ke Piala Dunia Putri 2027 di Brasil. Di tengah bayang-bayang konflik di tanah air, perjuangan Iran di lapangan hijau menjadi simbol keteguhan, bahwa sepak bola, setidaknya untuk 90 menit, bisa menjadi ruang harapan di tengah dentuman bom.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur   

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.