Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenkes Gandeng Kementerian PKP untuk Renovasi 2.000 Rumah Cegah TBC

📅 Selasa, 07 Apr 2026, 17:58 WIB | Oleh:
Kemenkes Gandeng Kementerian PKP untuk Renovasi 2.000 Rumah Cegah TBC Doc: RRI/Aditya Prabowo
Ket. Wamenkes Benjamin Paulus (kedua dari kiri)

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggandeng Kementerian PKP untuk merenovasi 2.000 rumah pada 2026 sebagai upaya pencegahan tuberkulosis (TBC). Program tersebut difokuskan pada perbaikan rumah dengan ventilasi dan pencahayaan yang memadai agar penularan TBC dapat ditekan.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus mengatakan kasus TBC banyak ditemukan pada masyarakat miskin penerima bantuan sosial. Kelompok tersebut tercatat dalam Desil 1–4 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTSEN.

“Rumah-rumah tidak layak milik masyarakat kurang mampu harus diperhatikan. Karena ventilasi buruk membuat kuman TBC bertahan lama,” kata Benjamin Paulus saat konferensi pers Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia di Jakarta, Senin (6/4) lalu.

Ia menjelaskan, bakteri penyebab TBC sebenarnya mudah mati jika terkena sinar matahari. Namun kondisi rumah tanpa ventilasi dan cahaya yang cukup membuat kuman tersebut dapat bertahan lama di dalam ruangan.

“Kalau di udara kena matahari 15 sampai 30 menit, kuman tuberkulosis bisa mati. Tapi kalau rumah tidak ada ventilasi dan sinar matahari tidak masuk, kuman bisa bertahan berbulan-bulan,” ujar dia.

Benjamin menambahkan, program renovasi rumah tersebut akan diprioritaskan bagi masyarakat paling membutuhkan, khususnya kelompok Desil 1 dan 2. Karena itu, pemerintah menargetkan perbaikan 2.000 rumah pada tahun ini sebagai tahap awal.

“Yang paling membutuhkan kita utamakan. Kalau program ini berhasil. Tahun depan kami ingin menambah hingga 10 ribu rumah,” ucap Benjamin.

Menurut dia, pemerintah telah menyerahkan data sekitar 3.000 rumah yang berpotensi direnovasi. Program ini juga melibatkan Kementerian Sosial dalam proses penentuan penerima bantuan.

“Penanggulangan TB ini tidak dapat dilakukan oleh satu Kementerian saja, karena penyakit ini berkaitan erat dengan persoalan sosial. Seperti kemiskinan dan kondisi permukiman yang tidak sehat,” ucap Benjamin.

Sementara, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menekankan pentingnya komitmen pemerintah daerah (Pemda) dalam mempercepat penuntasan tuberkulosis (TBC) di Indonesia. Pasalnya, keberhasilan eliminasi TBC sangat ditentukan kepemimpinan daerah dalam mengintegrasikan penanggulangan penyakit ke perencanaan pembangunan dan penganggaran.

“Tuberkulosis bukan semata masalah kesehatan, tetapi juga berdampak pada produktivitas masyarakat, kemiskinan, dan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, penanganannya harus serius agar tidak menghambat pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat,” kata Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.