Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenkes dan Kades di Seluruh Tanah Air Percepat Klinik Desa Kopdes Merah Putih

📅 Kamis, 17 Jul 2025, 07:58 WIB | Oleh:
Kemenkes dan Kades di Seluruh Tanah Air Percepat Klinik Desa Kopdes Merah Putih Doc: antara foto
Ket. Kemenkes raker dengan Komisi IX DPR RI

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus memperkuat komunikasi dengan para kepala desa (kades) di seluruh Tanah Air untuk memastikan terwujudnya percepatan pengintegrasian apotek dan klinik desa ke dalam Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

“Jadi, ini nanti akan kami intensifkan komunikasi lagi dengan para kepala desa yang ada,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (17/7).

Ia menyampaikan bahwa inisiatif pengintegrasian apotek dan klinik desa ke dalam Kopdes itu merupakan implementasi langsung dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Merah Putih sebagai pilar swasembada pangan dan kesehatan.

Kehadiran layanan kesehatan di tingkat desa, kata dia, diharapkan dapat memperkuat ketahanan masyarakat sekaligus menjadi langkah strategis menuju desa yang sehat, mandiri, dan berdaya saing.

Saat ini, Kementerian Kesehatan bersama para mitra strategis tengah mempercepat pembangunan infrastruktur apotek desa di 103 titik percontohan Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia.

Menurut Menkes Budi, kesiapan infrastruktur apotek desa dalam program Koperasi Desa Merah Putih menunjukkan kemajuan yang menjanjikan. Mayoritas dari 103 titik itu, kata dia, telah memasuki tahap akhir persiapan operasional. Ia menyampaikan dukungan dari lintas kementerian, seperti Kementerian Pertahanan turut memperkuat keberhasilan program tersebut.

“Kementerian Pertahanan juga telah memberikan kontribusi melalui hibah obat-obatan strategis untuk mendukung pelayanan kesehatan dasar di tingkat desa,” kata dia.

Diketahui, jenis obat yang disalurkan melalui apotek desa meliputi paracetamol sebanyak 11.537.180 tablet, asam mefenamat sebanyak 4.716.981 kaplet, dan cefadroxil sebanyak 1.200.000 kapsul.

Obat-obatan tersebut mencakup antipiretik, antiinflamasi, dan antibiotik sebagai bagian dari upaya memastikan akses layanan farmasi dasar yang merata di seluruh pelosok desa.

Melalui kolaborasi antara Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertahanan, industri farmasi, dan koperasi desa, Menkes berharap program tersebut mampu menjawab tantangan kesenjangan akses layanan kesehatan sekaligus memperkuat sistem pelayanan hingga ke wilayah paling terpencil.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.