Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemendukbangga Ajak Wartawan Berperan Dalam Pembangunan Kependudukan

📅 Minggu, 15 Jun 2025, 18:59 WIB | Oleh:
Kemendukbangga Ajak Wartawan Berperan Dalam Pembangunan Kependudukan Doc: ANTARA/Sumarwoto
Ket. Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Sekretaris Utama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Budi Setiyono dalam diskusi bersama sejumlah wartawan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

PURWOKERTO - Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Sekretaris Utama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Budi Setiyono mengajak kalangan wartawan berperan aktif dalam menyuarakan program-program pembangunan kependudukan.

"Banyak hal yang dapat dilakukan oleh teman-teman wartawan, salah satunya dengan memberitakan program-program pembangunan kependudukan di Indonesia," katanya dalam diskusi bersama wartawan dari sejumlah media daring, radio, dan televisi di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, guna membahas berbagai program pembangunan kependudukan, Sabtu (14/6) malam.

Bahkan, pihaknya juga berencana untuk mengadakan pelatihan mengenai kependudukan bagi kalangan wartawan yang akan diselenggarakan secara bertahap.

"Sehingga, teman-teman (wartawan) bisa mengukur Key Performance Indicator (KPI) atau Indikator Kinerja Utama dari setiap sektor berdasarkan data riil, data PK (Pendataan Keluarga)," katanya.

Ia mencontohkan berdasarkan data PK tersebut, wartawan bisa mengetahui bahwa di Kabupaten Banyumas masih ada sekian keluarga yang berisiko stunting dan ada sekian ibu yang hamil.

"Dari sekian ibu yang hamil, berarti konsekuensinya akan tumbuh kelahiran sebanyak berapa, misalnya," katanya menjelaskan.

Selain itu, kata dia, wartawan juga bisa mengetahui jumlah anak yang putus sekolah dari jenjang SD hingga SMA, termasuk jumlah warga yang berpenghasilan rendah.

Menurut dia, data yang ada di dalam PK tersebut dapat digunakan oleh wartawan, namun harus ada Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang menyatakan bahwa data itu tidak akan disalahgunakan.

"Nanti, teman-teman menjadi mitra Kemendukbangga dan punya sertifikat di bidang kependudukan. Kita ada sertifikat tingkat satu, dua, dan tiga, kalau bisa teman-teman wartawan di tingkat satu lah supaya tahu persis cara mengukur dan memanfaatkan data kependudukan itu seperti apa," katanya.

Dengan berbekal informasi tersebut, kata dia, persoalan-persoalan yang muncul di daerah bisa dijadikan wacana kepada pemerintah daerah setempat dalam upaya mendukung program-program pembangunan kependudukan.

Sementara itu, dalam diskusi dengan wartawan di Purwokerto, Budi memaparkan berbagai upaya yang sedang dilakukan pemerintah dalam pembangunan kependudukan, termasuk upaya-upaya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.