Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenag Berkolaborasi dengan Kemenkominfo Selenggarakan Literasi Digital

📅 Minggu, 05 Mar 2023, 17:27 WIB | Oleh:
Kemenag Berkolaborasi dengan Kemenkominfo Selenggarakan Literasi Digital Doc: Istimewa
Ket. Kegiatan Literasi Digital Sektor Pemerintahan untuk ASN dan SDM Kementerian Agama.

JAKARTA - Dalam rangka meningkatkan pemahaman terhadap teknologi digital,Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berkolaborasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) dalam menyelenggarakan kegiatan literasi digital sektor pemerintahan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN).

Peserta daring kegiatan ini mencapai 983 peserta, serta target capaian dalam kegiatan ini diharapkan menjangkau 24.000 ASN dan SDM di Kementerian Agama. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kompetensi ASN dan SDM Kementerian Agama dalam bidang teknologi digital.

Direktur Pemberdayaan Informatika Kemenkominfo, Bonifasius Wahyu Pudjianto menyampaikan dalam kegiatan ini ASN dan SDM Kementerian Agama akan belajar memahami kecakapan digital yang akan meningkatkan kewaspadaan pada penggunaan teknologi digital.

"Saat ini kita berada dalam perkembangan revolusi industri 4.0 yang menitikberatkan pada teknologi, namun hal ini menimbulkan banyak dampak sosial yang mengkhawatirkan. Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi upaya untuk mencapai masyarakat 5.0 atau society 5.0," katanya dalam keterangan tertulisnya, Minggu (5/3).

Ia menambahkanmasyarakat 5.0 atau society 5.0 adalah masyarakat yang mahir menggunakan TIK, tapi juga mampu mengantisipasi dampaknya. Melalui transformasi digital kita menuju Masyarakat 5.0 ini, ASN dan SDM mempunyai peran penting untuk menjadi perekat kesatuan bangsa.

Selain itu, Bonifasius menekankan ASN dan SDM dapat berkontribusi sesuai kedudukannya dengan turut menyebarkan hal-hal positif di internet. Contohnya, ASN dan SDM bisa menyampaikan berita positif dan menjauhi tindakan penyebaran ujaran kebencian seperti hoax dan SARA.

"Survei Indeks Literasi Digital Nasional yang dilakukan oleh Kemenkominfo dan Katadata Insight Center (KIC) pada tahun 2022 menunjukkan kapasitas Literasi Digital masyarakat Indonesia dinilai sebesar 3,54 dari 5,00. Berdasarkan hal tersebut, tingkat literasi digital di Indonesia masih berada dalam kategori sedang," katanya.

Kegiatan literasi digital yang diselenggarakan untuk para ASN dan SDM Kementerian Agama ini merupakan salah satu upaya Kemenkominfo dalam mempercepat transformasi digital di lingkungan pemerintahan menuju Indonesia #MakinCakapDigital.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemenag, Nizar Ali menyampaikan kemajuan ASN dan SDM dalam digitalisasi adalah hal yang tidak dapat ditawar lagi. ASN yang menolak digitalisasi sama saja dengan menolak kemajuan. Dalam agama, disebutkan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari sebelumnya. Inilah semangat yang harus terus dibawa ASN dan SDM sekalian.

"Mengapa literasi digital itu penting? Karena hal ini digunakan untuk menata kehidupan ASN dan SDM, dalam konteks peningkatan kapasitas untuk menjaga dan meningkatkan nilai individu serta organisasi. Literasi digital menjadi sebuah keniscayaan bagi kita semua terutama bagi Kementerian Agama, kegiatan ini tentu memiliki manfaat dan nilai lebih untuk Kemenag karena saya rasa teknologi informasi jadi keharusan yang harus diketahui dan dipelajari untuk seluruh ASN dan SDM karena memiliki dampak positif untuk ke depannya," katanya.

Kegiatan dilanjutkan dengan empat sesi materi yaitu etika digital, budaya digital, kecakapan digital, dan keamanan digital. Sesi pertama membahas tentang etika digital yang disampaikan Widyaiswara Ahli Madya Badan Pengembangan SDM Kementerian Dalam Negeri, Wawan Hermawan.

Dalam paparannya, Wawan menyebutkan bahwa ASN perlu memperhatikan etika di dunia digital guna menjaga netralitas dalam menjaga harmonisasi masyarakat serta membantu pelayanan publik.

"Ada hal yang harus dibangun dalam etika digital, yakni ASN perlu memahami literasi digital merupakan hal penting, sama pentingnya dengan membaca, menulis dan ilmu dasar lainnya. Nah bentuk nyata etika yang bisa diwujudkan ASN adalah seperti tidak condong ke partai politik atau kelompok agama tertentu. Urgensi etika menjadi batasan nilai moral bagi suatu individu atau kelompok dengan mengatur tindakan atau bisa kita sebut sistem nilai. Sedangkan, etika komunikasi adalah sebuah cara untuk menentukan baik atau jahat untuk memajukan kesejahteraan. Etika juga berperan dalam mencegah terjadinya polarisasi," jelasnya.

Sesi selanjutnya adalah materi budaya digital yang dibawakan ASN Fungsional Analis Kebijakan Ahli Muda Pusdiklat Badan Litbang Kementerian Agama, Farida Ishak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.