Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kekhawatiran Perang Dagang Trump Membayangi KTT Asia-Pasifik

📅 Rabu, 13 Nov 2024, 01:00 WIB | Oleh:
Kekhawatiran Perang Dagang Trump Membayangi KTT Asia-Pasifik Doc: AFP/Cris BOURONCLE
Ket. Peserta KTT berjalan di pintu masuk Pusat Konvensi Lima, tempat KTT Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), di Lima, Senin (11/11). Para pemimpin dan perwakilan dari 21 negara anggota APEC dan lainnya tamu komersial akan bertemu di Lima dari 14-16 November

LIMA - Presiden Amerika Serikat (AS), Tiongkok, dan negara- negara Asia Pasifik lainnya berkumpul di Lima, minggu ini, untuk menghadiri pertemuan puncak ekonomi yang dibayangi oleh prospek dunia yang terlibat

dalam perang dagang di bawah Donald Trump. Dikutip dari Barron, ini akan menjadi pertemuan puncak Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik atau Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) terakhir bagi Presiden AS, Joe Biden, sebelum ia menyerahkan kursi kepresidenan kepada Trump tahun depan setelah kekalahan Partai Demokrat dalam pemilihan presiden pada 5 November.

Agenda “America First” Trump, dengan sikap proteksionis terhadap perdagangan global, ekstraksi bahan bakar fosil, dan konflik asing, mengancam aliansi yang dibangun Biden pada berbagai isu mulai dari perang di Ukraina dan Timur Tengah, hingga perubahan iklim dan perdagangan.

Biden akan berada di Ibu Kota Peru akhir minggu ini bersama Presiden Tiongkok, Xi Jinping, yang telah meminta kedua negara untuk menemukan cara untuk “bersahabat” setelah kemenangan Trump. Tidak diketahui apakah kedua pria itu akan bertemu untuk pembicaraan pribadi, juga belum ada utusan dari Partai Republik Trump yang dikonfirmasi untuk menghadiri pertemuan puncak itu.

Presiden terpilih telah berjanji untuk mengenakan tarif baru yang besar terhadap Beijing dalam upaya menyeimbangkan perdagangan bilateral, yang menurutnya telah membuat Amerika menjadi pihak yang dirugikan. Trump mengancam akan mengenakan tarif sebesar 25 persen atau lebih pada barang-barang yang berasal dari Meksiko, kecuali jika hal itu menghentikan “serangan penjahat dan narkoba” yang melintasi perbatasan.

“Kemenangan Trump pasti akan berdampak pada pertemuan puncak APEC, mengingat narasinya yang cenderung proteksionis,” kata ahli hubungan internasional dari Universitas Katolik Peru, Oscar Vidarte. APEC, yang dibentuk pada 1989 dengan tujuan liberalisasi perdagangan regional, menyatukan 21 ekonomi yang bersama- sama mewakili 62 persen PDB global dan lebih dari 40 persen perdagangan global.

Pertumbuhan Inklusif

 Dengan tema Memberdayakan, Melibatkan, Mengembangkan, program KTT 2024 difokuskan pada perdagangan dan investasi untuk pertumbuhan inklusif, inovasi, dan pertumbuhan berkelanjutan demi kebaikan bersama para anggotanya.

Namun, ketidakpastian atas langkah Trump selanjutnya kini mengaburkan agenda acara itu, seperti halnya pembicaraan iklim COP29 yang sedang berlangsung di Azerbaijan, dan pertemuan puncak G20 di Rio de Janeiro minggu depan. Biden belum menghapus semua tarif yang dikenakan terhadap Tiongkok selama masa jabatan pertama Trump tahun 2017–2021. Namun, para pengamat mengatakan narasi yang semakin agresif dari presiden ke-47 itu akan semakin memperdalam jurang antara Washington dan Beijing.

“Sehubungan dengan dua isu utama dalam agenda, migrasi dan Tiongkok, Trump akan mengambil sikap yang lebih keras, daripada Biden,” kata Michael Shifter, seorang pakar di Inter-American Dialogue, sebuah lembaga pemikir di Washington. “Namun, ada risiko menekan pemerintah di kawasan Pasifik untuk memilih antara Tiongkok dan AS bisa jadi kontraproduktif, dan meningkatkan kehadiran dan pengaruh Tiongkok di Amerika Latin.”

 Saat berada di Peru, Xi akan meresmikan pelabuhan pertama di Amerika Selatan yang didanai Tiongkok, di Chancay, utara Lima. Kompleks senilai 3,5 miliar dollar AS itu diperkirakan akan berfungsi sebagai pusat perdagangan utama dan dipandang sebagai simbol pengaruh Beijing yang semakin besar di Amerika Selatan, tempat Beijing membangun sejumlah besar jalur kereta api, jalan raya, dan infrastruktur lainnya.

Tiongkok adalah sekutu negara-negara paria Barat, Russia dan Korut, dan sedang membangun kapasitas militernya sendiri sambil meningkatkan tekanan terhadap Taiwan, yang diklaimnya sebagai bagian wilayahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

18 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.