Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

KEK Sanur: Langkah Strategis Menteri Pariwisata untuk Akselerasi Wisata Kesehatan

📅 Jumat, 27 Jun 2025, 06:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
KEK Sanur: Langkah Strategis Menteri Pariwisata untuk Akselerasi Wisata Kesehatan Doc: Antara Foto
Ket. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana (paling kanan) bersama menteri terkait lain mendampingi Presiden Prabowo Subianto meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur dan Bali International Hospital di Sanur, Bali,

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan bahwa kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur dan Bali International Hospital dapat membantu mengakselerasi upaya pengembangan pariwisata kesehatan di Indonesia.

Dia menyampaikan bahwa pembangunan KEK Sanur dan Bali International Hospital, yang diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (25/6), selaras dengan skema pengembangan pariwisata kesehatan.

Sebagaimana dikutip dalam keterangan pers kementerian di Jakarta, Kamis, ia mengatakan bahwa skema pengembangan pariwisata kesehatan bertumpu pada fasilitas pelayanan kesehatan yang sudah mendapat registrasi, sertifikasi, dan akreditasi dari Kementerian Kesehatan serta akreditasi internasional untuk memberikan pelayanan wisata medis maupun kebugaran.

KEK Sanur, yang luasnya sekitar 41,6 hektare, mencakup rumah sakit, sarana akomodasi, pusat konvensi, dan fasilitas pemulihan berbasis budaya lokal.

Bali International Hospital memiliki pusat keunggulan kardiologi, onkologi, neurologi, gastro-hepatologi, ortopedi, pemeriksaan medis, fertilitas, sel punca dan bank jaringan, estetika, geriatri, dan pengobatan alternatif.

Fasilitas-fasilitas pelayanan yang ada disiapkan untuk menghadirkan pengalaman pasien yang paripurna, mulai dari proses awal tindakan sampai sembuh.

Menteri Pariwisata mengemukakan pentingnya kolaborasi dalam upaya untuk memperkuat industri pariwisata dan mengembangkan pariwisata kesehatan.

"Kita perlu berkolaborasi memperkuat industri pendukung untuk mewujudkan iklim bisnis yang kondusif serta mengembangkan kapasitas dan keterampilan masyarakat, pelaku usaha, dan industri pendukung wellness tourism sehingga Indonesia bisa menjadi destinasi pilihan di Asia Tenggara," ia menjelaskan.

Dia mengimbau pemerintah daerah membentuk entitas bisnis kolaboratif berupa badan atau dewan yang mengoordinasikan ekosistem pariwisata kesehatan di wilayah masing-masing serta mengajukan kebijakan-kebijakan strategis kepada pemerintah pusat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.