Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kamp Pengungsi Gaza Dibawah Bayang-bayang Ancaman Kebakaran

📅 Sabtu, 21 Feb 2026, 22:15 WIB | Oleh:
Kamp Pengungsi Gaza Dibawah Bayang-bayang Ancaman Kebakaran Doc: AFP

JENEWA - Badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (20/2) memperingatkan adanya ancaman serius bagi keluarga pengungsi di Jalur Gaza dari tungku api terbuka yang digunakan untuk memasak di kamp-kamp pengungsian sementara yang kelebihan kapasitas hingga mencapai level berbahaya.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan para pengungsi memasak, tidur, dan menyimpan barang-barang mereka di ruang-ruang sempit. Praktik ini tidak hanya menimbulkan ancaman kebakaran bagi masyarakat, tetapi juga ancaman kesehatan bagi para pengungsi.

"Sejak November 2025, mitra kami telah mencatat setidaknya 12 kebakaran di kamp-kamp pengungsian ini," kata OCHA.

"Dalam sepuluh hari menjelang 17 Februari, badan kemanusiaan memberikan bantuan tempat penampungan kepada 85 keluarga di Deir al Balah dan Khan Younis yang tempat berlindungnya rusak akibat kebakaran di Gaza City," imbuh pernyataan OCHA.

Keluarga-keluarga pengungsi membutuhkan tempat berlindung yang layak untuk melindungi mereka dari alam dan memberikan privasi lebih. Mitra kemanusiaan menegaskan kembali kebutuhan mendesak untuk beralih ke solusi hunian yang lebih berkelanjutan, demikian disampaikan.

Pegiat kemanusiaan telah lama menyerukan kepada Israel untuk mengizinkan lebih banyak bantuan perlengkapan tempat tinggal yang lebih awet untuk masuk ke Jalur Gaza.

Badan tersebut menyatakan bahwa di banyak wilayah di Gaza, distribusi bantuan kemanusiaan masih memerlukan koordinasi dengan otoritas Israel. Dari 67 pergerakan yang telah dikoordinasikan pada periode 12 hingga 19 Februari, 43 di antaranya disetujui, sementara sembilan lainnya ditolak mentah-mentah. Delapan misi disetujui namun menghadapi hambatan, dengan enam di antaranya berhasil diselesaikan sepenuhnya.

Di Tepi Barat, OCHA memperingatkan tentang aksi kekerasan yang terus berlanjut dan praktik-praktik koersif lainnya oleh pasukan Israel dan komunitas pemukim yang menimbulkan korban jiwa, kerusakan properti, dan ketelantaran.

Badan tersebut mengatakan bahwa pada periode 3 hingga 16 Februari, pasukan Israel di Tepi Barat telah menewaskan tiga warga Palestina, menambah jumlah keseluruhan tahun ini menjadi sembilan, termasuk dua anak-anak.

"Selama periode yang sama, tercatat sedikitnya 86 serangan pemukim Israel, di mana lebih dari 60 warga Palestina mengalami luka-luka, dan sekitar 146 orang terpaksa mengungsi," kata OCHA.

Badan tersebut mengatakan bahwa sejak Januari 2023, dan hingga 16 Februari tahun ini, sedikitnya 880 keluarga Palestina, atau lebih dari 4.700 individu, telah mengungsi di seluruh Tepi Barat akibat serangan pemukim Israel dan pembatasan akses. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.