Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kabar Baik! Mayoritas Pasar Rakyat di Wilayah Bencana Sudah Beroperasi

📅 Kamis, 19 Feb 2026, 05:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kabar Baik! Mayoritas Pasar Rakyat di Wilayah Bencana Sudah Beroperasi Doc: ANTARA/ Harianto
Ket. Suasana di Pasar Pagi Kuala Simpang di Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (24/1/2026).

JAKARTA – Beroperasinya kembali sebagian besar pasar di daerah bencana jadi kabar yang cukup melegakan. Meski aktivitasnya belum sepenuhnya normal, denyut transaksi yang mulai hidup menandakan roda ekonomi perlahan bergerak lagi.

Pedagang kembali membuka lapak, pembeli mulai berdatangan, dan interaksi yang sempat terhenti kini pelan-pelan terbangun ulang.

Di tengah proses pemulihan, pasar memang punya peran penting—bukan cuma soal jual beli, tapi juga sebagai ruang sosial yang memulihkan rasa kebersamaan. Tantangannya tentu masih ada, mulai dari pasokan barang hingga daya beli masyarakat.

Namun, kembalinya aktivitas pasar memberi sinyal bahwa pemulihan tak hanya soal infrastruktur, melainkan juga tentang menghidupkan kembali harapan warga setempat.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyatakan 91,75 persen pasar rakyat terdampak bencana di wilayah Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh telah kembali beroperasi hingga pertengahan Februari 2026.

"Pemulihan sarana perdagangan, khususnya pasar rakyat, terus menunjukkan hasil nyata. Pasar rakyat adalah kunci pemulihan ekonomi lokal. Kami memastikan reaktivasi pasar berjalan cepat, terukur, dan menyeluruh," ujar Budi dalam keterangan di Jakarta, Rabu (18/2).

Pemerintah mendata, terdapat 194 pasar rakyat dan 18.065 pedagang yang terdampak bencana. Dari total 194 pasar tersebut, teridentifikasi sebanyak 95 unit pasar mengalami kerusakan ringan, 41 unit rusak sedang, dan 58 unit rusak berat.

Hingga kini, sebanyak 178 pasar telah kembali beroperasi. Mayoritas pasar rakyat yang masih dalam pemulihan ada di wilayah Aceh.

Selain pemulihan pasar rakyat, sektor ritel turut berangsur pulih. Berdasarkan data yang dihimpun bersama Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), terdapat 383 gerai toko swalayan yang terdampak.

Sekitar 96 persen atau 368 gerai telah kembali beroperasi normal. Seluruh gerai ditargetkan pulih sepenuhnya pada akhir Februari 2026.

Budi memaparkan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah melakukan berbagai langkah percepatan pemulihan sarana perdagangan di wilayah terdampak bencana.

Upaya tersebut meliputi pendataan pasar terdampak melalui sistem Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (JITUPASNA) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana, pelaksanaan aksi bersih pasar bersama pemerintah daerah, kementerian, dan lembaga, serta penyaluran 100 unit tenda darurat.

Selain itu, Kemendag mengusulkan anggaran revitalisasi pasar bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kementerian Keuangan.

Terkait barang kebutuhan pokok di Sumatera Utara, kata Budi, harganya tercatat stabil dan berada di bawah rata-rata nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Pemerintah Perlu Fokus Perc...

UMKM Didorong Tembus Rantai Global

22 menit yang lalu | Lukman

Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.