Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Percepat atau Terlambat: Pemulihan Sawah Sumatera Jadi Penentu Stabilitas Pangan!

📅 Rabu, 10 Des 2025, 23:59 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Percepat atau Terlambat: Pemulihan Sawah Sumatera Jadi Penentu Stabilitas Pangan! Doc: ANTARA FOTO/ Yudi Manar
Ket. Foto udara sawah terendam banjir di Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

JAKARTA – Pemulihan sawah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjadi upaya krusial untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. Pemulihan cepat tidak hanya mengembalikan fungsi lahan, tetapi juga mencegah terjadinya penurunan produksi yang dapat memicu tekanan pasokan dan inflasi pangan.

Pendekatan rehabilitasi yang terukur, mulai dari perbaikan irigasi, penyediaan benih, hingga pendampingan teknis bagi petani, menjadi kunci agar lahan kembali produktif dalam waktu singkat. Upaya ini sekaligus menunjukkan pentingnya ketahanan sistem produksi pertanian terhadap risiko iklim dan bencana, sehingga sektor pangan tetap stabil meskipun menghadapi gangguan eksternal.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono menegaskan Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat memulihkan lahan pertanian yang terdampak banjir di tiga provinsi tersebut. Pemerintah telah menyiapkan langkah tanggap darurat sekaligus program rehabilitasi agar petani bisa segera kembali berproduksi.

“Kita sangat berduka dengan bencana yang menimpa saudara-saudara kita di Sumatra. Tetapi yakinlah bahwa pemerintah itu gercep. Tugas kita di Kementan adalah merehabilitasi lahan-lahan pertanian dan memastikan petani tidak boleh dirugikan. Kemudian mereka mendapatkan bantuan yang semestinya, tanah mereka kemudian diolah lagi, mereka bisa tanam dan panen lagi, dan mereka dapat melanjutkan hidupnya lagi,” jelas Sudaryono usai menghadiri Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 di Jakarta, Rabu (10/12).

Wamentan menambahkan berbagai bantuan dikerahkan untuk memulihkan pertanian di wilayah terdampak bencana. Bantuan itu tak hanya komoditas padi, mepainkan juga pada komoditas pertanian lainnya.

Dijelaskannya, prioritas utama pemerintah adalah menangani lahan rusak parah akibat banjir di tiga provinsi yang diperkirakan sekitar 40 ribu hektare (ha). “Dari jumlah itu, yang mengalami puso sekitar 4.500-5.000 ha. Yang jelas kita hitung mana yang terdampak, khususnya puso yang paling prioritas karena petani sudah mau panen tetapi gagal panen. Itu harus kita tangani,” jelasnya.

Karena itu, lanjutnya, jajaran Kementan dikerahkan untuk memastikan bantuan dan program rehabilitasi dapat berjalan optimal di lapangan. ”Tentu saja akan kita cek terus, kita betul-betul mendayagunakan jajaran, baik penyuluh tentunya bersama Dinas Pertanian,” ungkapnya.

Keberlanjutan Produksi

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman meninjau menegaskan pemerintah pusat megambil alih seluruh proses pemulihan. Dia menjelaskan dukungan disesuaikan dengan kondisi sawah di setiap lokasi, termasuk bagi petani yang gagal panen akibat banjir.

Untuk lahan yang rata karena banjir, lanjutnya, pemerintah akan membangun kembali sawahnya dan dilengkapi dengan bantuan benih serta alat pertanian lainnya. Untuk lahan yang tidak mengalami kerusakan berat, pemerintah tetap menyalurkan bantuan sarana-prasarana produksi dan alsintan sesuai kebutuhan.

“Pemerintah ambil alih bangun sampai kembali jadi sawah dan kami kirim peralatan serta bantuan benih gratis. Kami akan bangun seperti semula dan kami akan tanami sampai serah terima kepada pemiliknya,” ungkap Mentan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Piala Dunia, Menit 20 Spanyol Mendapat Penalti, 1-0

28 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Menit 20 Spany...
Luar Negeri
Dubai Bangun Pelabuhan Baru...
Luar Negeri
Tiongkok Pecat Eks Petinggi...
Luar Negeri
Inggris Sumbang Dana 10 Jut...

Festival Lima Gunung Hadirkan Tari Ujungan yang Amat Memukau

52 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Festival Lima Gunung Hadirk...
Ekonomi
Harga Khusus BBM Nelayan Di...
Harga Khusus BBM Nelayan Ditetapkan Pemerintah

Harga Khusus BBM Nelayan Ditetapkan Pemerintah

15 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.