Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemulihan Pascabencana Sumatera Dipercepat, Pemerintah Fokus Kejar Huntap buat Warga

📅 Senin, 06 Apr 2026, 22:15 WIB | Oleh:
Pemulihan Pascabencana Sumatera Dipercepat, Pemerintah Fokus Kejar Huntap buat Warga Doc: Istimewa
Ket. Pemerintah melaporkan kemajuan signifikan dalam proses pemulihan pascabencana hidrometeorologi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Fokus utama saat ini diarahkan pada percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak.

JAKARTA - Pemerintah melaporkan kemajuan signifikan dalam proses pemulihan pascabencana hidrometeorologi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Fokus utama saat ini diarahkan pada percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) pascabencana Sumatera. Ia menegaskan bahwa indikator pemulihan tidak hanya dilihat dari infrastruktur, tetapi juga dari berfungsinya kembali layanan publik dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Menurutnya, kondisi di Sumatera Barat menjadi yang paling cepat pulih dibandingkan wilayah lain. Dari total 19 kabupaten/kota, sebanyak 16 daerah terdampak dan 13 di antaranya sudah menunjukkan aktivitas pemerintahan dan kehidupan masyarakat yang relatif normal.

"Kami melihat bahwa untuk di Sumatera Barat relatif paling cepat ya, karena dari 19 kabupaten/kota, 16 terdampak itu, 13 kabupaten/kota itu pemerintah dan pemerintahan maupun masyarakatnya berjalan relatif lancar," ujarnya.

Di Sumatera Utara, sebagian besar wilayah juga mencatat perkembangan positif meskipun masih terdapat beberapa titik yang membutuhkan penanganan lanjutan. Sementara itu, di Aceh, pemulihan berjalan bertahap dengan sejumlah daerah seperti Aceh Tamiang masih memerlukan perhatian khusus.

Dalam aspek penanganan pengungsi, pemerintah memastikan progres pembangunan hunian sementara (huntara) terus berjalan. Namun, percepatan pembangunan hunian tetap menjadi prioritas utama agar masyarakat tidak berlama-lama tinggal di tempat penampungan sementara.

"Huntap adalah menjadi prioritas yang paling penting, kemudian juga nanti hal-hal yang sangat urgen, seperti jembatan, jalan, yang itu memang menjadi jalan utama," tegasnya.

Pemerintah juga menyoroti pentingnya pemulihan infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan untuk mendukung mobilitas dan distribusi logistik. Respons cepat dari Kementerian Pekerjaan Umum disebut menjadi salah satu faktor yang mempercepat pemulihan akses di sejumlah wilayah terdampak.

Meski menunjukkan progres positif, pemerintah mengakui bahwa tantangan pemulihan masih cukup besar. Beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan meliputi normalisasi sungai, rehabilitasi lahan pertanian dan tambak, serta pembangunan infrastruktur permanen yang lebih tahan terhadap bencana.

Proses pemulihan ini diperkirakan akan berlangsung dalam jangka menengah hingga panjang. Pemerintah telah menyusun rencana induk pemulihan yang ditargetkan berjalan selama tiga tahun ke depan guna memastikan seluruh aspek terdampak dapat pulih secara menyeluruh.

"Ini luas sekali dan kompleks masalahnya sehingga dibuatkan renduk, rencana induk oleh Bappenas untuk 3 tahun," jelasnya.

Rapat koordinasi tingkat menteri yang membahas percepatan pemulihan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara. Di antaranya perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, serta kementerian dan lembaga terkait lainnya.

Pemerintah menegaskan akan terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan sekaligus meningkatkan ketahanan wilayah terhadap potensi bencana di masa mendatang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Warga Russia Menjerit! Pemb...
Luar Negeri
Belarus Cemas Jumlah Latiha...
Luar Negeri
Insiden Maut Chiang Rai: Te...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.