Jakarta Siapkan Kantong Parkir di Kawasan Penyangga
📅 Rabu, 16 Jul 2025, 01:05 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa
JAKARTA – Untuk memfasilitasi agar masyarakat daerah penyangga ke Jakarta naik angkutan umum, maka Pemprov Jakarta berencana menyediakan kantong-kantong parkir di daerah-daerah penyangga.
Tempat parkir (park and ride) akan dibangun di dekat stasiun atau halte Transjakarta. Ini untuk warga yang membawa kendaraan agar menggunakan angkutan umum ke pusat kota Jakarta.
“Ke depannya, kami akan membentuk park and ride kantong-kantong parkir di penyangga-penyangga Jakarta,” ujar Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah Provinsi Jakarta, Suharini Eliawati, Selasa. Suharini menjanjikan ini saat memberikan sambutan dalam diskusi bertema “Menggali Potensi Green Sukuk untuk Pendanaan Infrastruktur Transportasi Ramah Lingkungan di Jakarta.”
Menurutnya, hadirnya kantong parkir akan membuat masyarakat beralih menggunakan transportasi umum menuju pusat kota. “Kalaupun kemudian menggunakan moda transportasi pribadi, itu tidak perlu sampai ke kota. Cukup di daerah area rumahkarena ada kantong-kantong parkir,” jelasnya.
Seluruh pendapatan parkir akan dimanfaatkan untuk pembangunan transportasi dan jalan. Pemprov Jakarta saat ini memiliki tujuh lokasi park and ride. Mereka ada di kawasan Lebak Bulus, Ragunan, Terminal Pinang Ranti, Terminal Kampung Rambutan, Terminal Pulogebang, PGC Cililitan dan Kalideres. Ke depannya, Pemprov Jakarta akan membangun kantong parkir di kawasan Cawang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Suharini dalam kesempatan itu juga menyampaikan bahwa seiring semakin banyaknya masyarakat menggunakan transportasi umum, akan berdampak pada daya dukung lingkungan yang semakin baik. “Semakin banyak orang menggunakan transportasi umum, tidak hanya fiskal untuk transportasi umum atau untuk jalan yang bertambah, tapi daya dukung lingkungan pun menjadi semakin baik,” tandasnya.
Pemprov Jakarta, tambah dia, berkomitmen membangun budaya naik transportasi umum. Salah satu upaya yang dilakukan, mewajibkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) naik angkutan umum untuk berangkat dan berkegiatan ke kantor setiap Rabu.
Suharini meneruskan, kebijakan ini diikuti lembaga-lembaga lain di luar lingkungan Pemprov. Dia berharap lembaga-lembaga konsisten menerapkan kebijakan tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Green Sukuk
Sementara itu, PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro meluncurkan inisiatif strategis bernama JakGreen. Tujuannya mendukung pembangunan berkelanjutan Jkarta. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen menjadikan Jakarta sebagai kota global yang layak huni, tangguh, dan ramah lingkungan menuju tahun 2045.
Sebagai langkah awal, Jakpro menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) bersama Kelompok Notaris Pembaca, Pendengar dan Pemikir (Kelompencapir) Selasa (15/7) di Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
FGD tersebut mengangkat tema “Menggali Potensi Green Sukuk untuk Pendanaan Infrastruktur Transportasi Ramah Lingkungan di Jakarta.” Diskusi melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!