Pemkab Bekasi Komitmen Jaga Budaya Lokal Lewat Lebaran Bekasi
📅 Minggu, 05 Apr 2026, 14:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Pemkab Bekasi
BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menggelar Lebaran Bekasi ke-8 di Saung Jajaka, Kampung Gabus, Desa Srijaya, Kecamatan Tambun Utara, Sabtu (4/4/026).
Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menegaskan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal melalui kegiatan tersebut. Ia mengatakan bahwa Kabupaten Bekasi sebagai daerah multikultural dengan keberagaman masyarakat dari berbagai negara, tetap harus mempertahankan identitas budayanya.
“Bekasi ini multikultur, ada pendatang dari sekitar 48 negara dengan jumlah penduduk 3,4 juta jiwa. Tapi budaya kita tidak boleh hilang. Lebaran Bekasi ini adalah kultur yang harus dijaga dan dilestarikan,” ujarnya.
Menurutnya, tradisi seperti “nyorog” atau silaturahmi kepada orang tua merupakan nilai penting yang harus diwariskan secara turun-temurun agar tidak tergerus perkembangan zaman.
Agar dapat terus dilaksanakan setiap tahun, Pemkab Bekasi berencana menetapkan anggaran rutin untuk kegiatan Lebaran Bekasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Ke depan akan kita anggarkan secara rutin, karena ini bagian dari kebudayaan yang harus kita pertahankan agar tidak hilang,” tegasnya.
Selain itu, Asep juga memaparkan sejumlah langkah strategis yang tengah dijalankan, mulai dari pembenahan sistem perizinan, penataan pasar tumpah, hingga peningkatan transparansi keuangan daerah. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam membangun daerah.
“Saya bukan superman, tapi kita harus menjadi super team. Semua unsur harus terlibat dalam membangun Bekasi,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Ketua Panitia Lebaran Bekasi, Damin Sada, menjelaskan bahwa kegiatan ini telah berjalan selama delapan tahun dan lahir dari keprihatinan terhadap mulai pudarnya budaya lokal.
“Ini berawal dari keprihatinan agar adat dan budaya Bekasi tidak hilang. Lebaran Bekasi menjadi ajang silaturahmi, baik antar keluarga, tetangga, maupun masyarakat luas,” ungkap pria yang juga Ketua Jajaka Nusantara ini.
Ia menilai, tradisi silaturahmi secara langsung memiliki nilai yang tidak tergantikan di tengah perkembangan teknologi saat ini.
“Kalau budaya sampai hilang, lalu apa identitas kita sebagai orang Bekasi? Karena itu harus terus kita gaungkan agar tetap hidup,” tegasnya.
Damin juga menyambut baik rencana pemerintah daerah yang akan menganggarkan kegiatan Lebaran Bekasi secara rutin. Menurutnya, dukungan tersebut sangat penting untuk keberlangsungan pelestarian budaya.
“Kalau dari dulu memang harapan kami ada dukungan anggaran. Yang penting kegiatan ini terus berjalan dan semakin baik ke depan,” tambahnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!