Iran Digoyang, Aksi Protes Anti-pemerintah Pecah di Seluruh Negeri, Trump Ancam Ambil Tindakan Keras Jika Ada yang Terbunuh
📅 Jumat, 09 Jan 2026, 15:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AP/Fars News Agency
PARIS - Para demonstran Iran pada hari Kamis (8/1) meningkatkan tantangan mereka terhadap kepemimpinan ulama dengan menggelar aksi protes terbesar hingga saat ini dalam hampir dua minggu demonstrasi, sementara pihak berwenang memutus akses internet dan jumlah korban tewas akibat penindakan meningkat.
Gerakan yang bermula dengan penutupan pasar Teheran pada 28 Desember setelah mata uang rial anjlok ke titik terendah sepanjang sejarah, telah menyebar ke seluruh negeri dan sekarang ditandai dengan demonstrasi skala besar, termasuk di ibu kota.
Aksi protes tersebut telah mengganggu pihak berwenang di bawah Ayatollah Ali Khamenei, yang sudah berjuang melawan krisis ekonomi setelah bertahun-tahun sanksi dan pulih dari perang Juni melawan Israel.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pada hari Kamis mengancam akan mengambil tindakan keras terhadap Iran jika pihak berwenangnya "mulai membunuh orang". Trump memperingatkan Washington akan "menghantam mereka dengan sangat keras".
Pesan itu muncul setelah kelompok hak asasi manusia menuduh pasukan keamanan Iran menembak para demonstran. LSM Iran Human Rights yang berbasis di Norwegia pada hari Kamis mengatakan pasukan keamanan telah membunuh setidaknya 45 demonstran, termasuk delapan anak di bawah umur, sejak demonstrasi dimulai.
Sebaiknya Anda baca juga:
LSM tersebut mengatakan, hari Rabu adalah hari demonstrasi paling berdarah, 13 demonstran dipastikan tewas.
"Bukti menunjukkan cakupan penindakan semakin brutal dan meluas setiap hari," kata direktur IHR Mahmood Amiry-Moghaddam. Ia mengatakan ratusan orang lainnya terluka dan lebih dari 2.000 orang ditangkap.
Media Iran dan pernyataan resmi melaporkan setidaknya 21 orang, termasuk pasukan keamanan, tewas sejak kerusuhan dimulai, menurut perhitungan AFP.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada hari Rabu, seorang petugas polisi Iran tewas di sebelah barat Teheran saat mencoba "mengendalikan kerusuhan," kata kantor berita Fars.
Meskipun ada penindakan, aksi protes kembali berlangsung hingga Kamis malam.
Kerumunan besar terlihat berkumpul di Boulevard Ayatollah Kashani yang luas di barat laut Teheran, menurut gambar media sosial yang diverifikasi oleh AFP. Sementara gambar lain menunjukkan kerumunan yang berdemonstrasi di kota Abadan di barat.
Saat aksi protes mengguncang kota-kota di seluruh negeri, lembaga pengawas daring Netblocks mengatakan pada hari Kamis bahwa "metrik langsung menunjukkan Iran sekarang berada di tengah-tengah pemadaman internet nasional".
Pengekangan Maksimal
Aksi protes kini menyebar ke seluruh Iran. Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia yang berbasis di AS mengatakan demonstrasi telah terjadi di 348 lokasi di seluruh 31 provinsi Iran.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!