Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Industri India Mulai Dihantam Tarif 50 Persen AS

📅 Kamis, 04 Sep 2025, 01:00 WIB | Oleh:
Industri India Mulai Dihantam Tarif 50 Persen AS Doc: afp
Ket. Sumber: US International Trade Commission/KJ/and/ones

New Delhi - Sejumlah industri padat karya di India mulai menghadapi beban berat saat ekspor terdampak signifikan setelah penerapan tarif 50 persen Amerika Serikat (AS) yang berlaku sepekan lalu.

Seperti dikutip dari Antara, pemerintahan Trump telah memberlakukan tarif tambahan sebesar 25 persen untuk barang-barang India setelah negara Asia Selatan itu memilih untuk terus membeli minyak Rusia, sehingga menjadikan total pungutannya menjadi 50 persen.

Di antara industri padat karya yang diyakini akan sangat terdampak oleh tarif baru AS adalah tekstil, permata dan perhiasan, kulit, produk kelautan, serta barang-barang teknik.

Menurut laporan media dari kantor berita swasta India, Asian News International pada Rabu (3/9), industri benang dan rajutan menghadapi "ketidakpastian" akibat tarif 50 persen yang diberlakukan oleh AS.

Laporan tersebut mengutip keterangan dari seorang pekerja bernama Thangaraj di sebuah pabrik rajut di daerah Tiruppur di Negara Bagian Tamil Nadu, India selatan, yang mengatakan, "Saya telah bekerja di Tiruppur dalam 10 tahun terakhir. Saat ini, akibat penerapan pajak AS, produksi melambat. Jika situasi ini terus berlanjut, pekerjaan saya akan terancam,"

"Sejauh menyangkut Tiruppur, jika seseorang meninggalkan industri ini, tidak ada alternatif pekerjaan lain. Oleh karena itu, saya meminta pemerintah pusat dan negara bagian untuk segera mengambil tindakan yang tepat," ucapnya menambahkan.

Direktur pelaksana pabrik tekstil Prospper Exports Viswanadan mengatakan akibat pajak 50 persen yang diberlakukan oleh AS, pihaknya menghadapi dampak yang parah.

"Saat ini, kami mengekspor sekitar 10 persen dari produksi kami ke AS, dan hal itu kini menjadi beban bagi kami. Hampir semua produsen ekspor di Tiruppur sangat bergantung pada pasar AS; semua orang terkena dampaknya," kata dia.

Pangsa Pasar

Laporan media lainnya mengatakan setelah AS memberlakukan tarif sebesar 50 persen untuk sepatu kulit India, industri alas kaki di wilayah Agra di utara Negara Bagian Uttar Pradesh itu telah berhenti beroperasi. Dengan terhentinya produksi, pesanan, dan ekspor, para produsen memperingatkan tarif AS tidak hanya merugikan pelaku ekspor India, tetapi juga konsumen Amerika.

"Seiring dengan masuknya para pesaing global, pangsa pasar India sebesar 20 persen di pasar ekspor kulit yang sangat kompetitif kini terancam," menurut laporan itu.


Agra merupakan salah satu pusat manufaktur sepatu di India utara.

Penerapan tarif ini disebut-sebut sebagai bagian dari strategi proteksionisme AS untuk melindungi industri domestiknya. Washington menuding beberapa praktik dagang India tidak adil, meskipun New Delhi berulang kali membantah tuduhan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

17 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

29 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

52 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.