Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Ancam Menaikan Tarif pada India atas Pembelian Minyak Russia

📅 Senin, 05 Jan 2026, 20:15 WIB | Oleh:
Trump Ancam Menaikan Tarif pada India atas Pembelian Minyak Russia Doc: Antara
Ket. Presiden AS Donald Trump

NEW DELHI - Presiden Donald Trump pada hari Minggu (4/1), mengatakan, Amerika Serikat (AS) dapat menaikkan tarif terhadap India jika New Delhi tidak memenuhi tuntutan Washington untuk membatasi pembelian minyak Russia,  meningkatkan tekanan pada negara Asia Selatan itu karena pembicaraan perdagangan tetap tidak menghasilkan kesimpulan.

"(Perdana Menteri Narendra) Modi adalah orang baik. Dia tahu saya tidak senang, dan penting bagi dia untuk membuat saya senang," kata Trump kepada wartawan di atas pesawat Air Force One.

"Mereka memang berdagang, dan kita bisa menaikkan tarif pada mereka dengan sangat cepat," kata Trump menanggapi pertanyaan tentang pembelian minyak Rusia oleh India

Kementerian perdagangan India tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Komentar Trump tersebut muncul setelah berbulan-bulan negosiasi perdagangan menyusul keputusan AS untuk menggandakan tarif impor barang-barang India menjadi 50 persen tahun lalu sebagai hukuman atas pembelian minyak Rusia yang besar-besaran.

Pasar saham India bereaksi pada hari Senin (4/1), dengan indeks saham teknologi informasi turun sekitar 2,5 persen ke level terendah dalam lebih dari sebulan, karena investor khawatir bahwa hubungan perdagangan yang tegang dapat semakin menunda kesepakatan perdagangan AS-India.

Senator Partai Republik Lindsey Graham, sekutu dekat Trump yang bepergian bersamanya, mengatakan bahwa sanksi AS terhadap perusahaan minyak Russia dan tarif yang lebih tinggi terhadap India telah membantu mengurangi impor minyak India.

Graham mendukung undang-undang untuk mengenakan tarif hingga 500 persen pada negara-negara seperti India yang terus membeli minyak Rusia.

"Jika Anda membeli minyak Rusia yang murah, (Anda) turut mendukung mesin perang Putin," katanya, seraya menambahkan bahwa "kami berupaya memberi Presiden kemampuan untuk membuat pilihan sulit melalui tarif."

Menurut Graham, tindakan Trump adalah alasan utama mengapa India sekarang membeli "minyak Rusia jauh lebih sedikit".

Namun, para ahli perdagangan memperingatkan bahwa pendekatan hati-hati New Delhi berisiko melemahkan posisinya.

Ajay Srivastava, pendiri lembaga pemikir perdagangan Global Trade Research Initiative, mengatakan ekspor India sudah menghadapi tarif AS sebesar 50 persen, dengan 25 persen di antaranya terkait dengan pembelian minyak mentah Russia

Meskipun kilang minyak India telah mengurangi impor setelah sanksi diberlakukan, katanya, pembelian belum berhenti sepenuhnya, sehingga India berada dalam "zona abu-abu strategis."

"Ketidakjelasan tidak lagi efektif," kata Srivastava, seraya mendesak India untuk menyatakan dengan jelas pendiriannya mengenai minyak Rusia. Ia memperingatkan bahwa bahkan penghentian total pun mungkin tidak akan mengakhiri tekanan AS, yang dapat beralih ke tuntutan perdagangan lainnya, dan bahwa tarif yang lebih tinggi berisiko menyebabkan kerugian ekspor yang lebih besar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

21 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Daerah
Anggaran PUPR Karawang Masi...
Nasional
Jelang HUT ke-81 TNI, Pangl...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.