Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Indonesia-Pakistan Perkuat Kemitraan Strategis melalui Indonesia Palm Oil Networking Reception

📅 Selasa, 13 Jan 2026, 16:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Indonesia-Pakistan Perkuat Kemitraan Strategis melalui Indonesia Palm Oil Networking Reception Doc: istimewa
Ket. Ketua Umum GAPKI Eddy Martono memaparkan peran strategis industri kelapa sawit Indonesia dalam mendukung kemitraan ekonomi Indonesia–Pakistan pada Indonesia Palm Oil Networking Reception di Karachi, Pakistan, 9 Januari 2026

JAKARTA — Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Karachi, bekerja sama dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), menyelenggarakan The Indonesia Palm Oil Networking Reception. Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Pakistan, sekaligus memperkuat kerja sama ekonomi bilateral pasca Kunjungan Kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Islamabad pada Desember 2025.

Acara tersebut dihadiri para pejabat tinggi, antara lain Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri, Chief Guest Federal Minister for Commerce of Pakistan, Jam Kamal Khan, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Pakistan, Chandra W. Sukotjo, Konsul Jenderal RI di Karachi, Mudzakir, MA, serta Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono.

 Turut hadir Sekretaris Jenderal Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) Mdm Izzana Salleh dan Direktur CPOPC Antonius Yudi Triantoro, Konsul Jenderal Malaysia untuk Karachi Mr. Herman Hardynata Ahmad, Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha, para importir minyak nabati di Pakistan, serta perwakilan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia.

Duta Besar Chandra W. Sukotjo memaparkan hubungan historis Indonesia - Pakistan serta menegaskan bahwa hubungan bilateral kedua negara kini memasuki fase baru yang lebih strategis dan berorientasi ke masa depan. Ini sejalan dengan hasil kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Islamabad sebelumnya.

Sukotjo menekankan bahwa industri sawit merupakan pilar utama hubungan ekonomi kedua negara. Indonesia berkomitmen untuk mendorong kemakmuran bersama dan hubungan perdagangan yang lebih berimbang, termasuk melalui peningkatan impor dari Pakistan serta penjajakan penciptaan nilai bersama di luar perdagangan yang bersifat transaksional.

Karachi, sebagai gerbang ekonomi Pakistan, diakui sebagai mitra alami bagi Indonesia dalam memperluas jangkauan ekonomi di kawasan Asia Selatan.

“Pertemuan ini merupakan wadah untuk mengakui kemitraan yang telah ada, memperkuat kepercayaan, serta menjajaki peluang baru menuju kerja sama ekonomi yang lebih terstruktur dan berorientasi masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, menyampaikan bahwa GAPKI berperan sebagai mitra strategis pemerintah khususnya KJRI Karachi dan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dalam memperkuat hubungan bilateral. Salah satu tugas GAPKI adalah menyediakan informasi yang akurat mengenai praktik industri kelapa sawit Indonesia.

GAPKI memastikan bahwa Indonesia tetap menjadi pemasok minyak sawit yang stabil, bertanggung jawab, dan andal bagi pasar Pakistan, yang merupakan salah satu importir minyak sawit terbesar di dunia. Bersama para mitra di Pakistan, GAPKI akan memfasilitasi kontrak dagang langsung antara produsen Indonesia dan pembeli Pakistan guna menjamin ketersediaan pasokan minyak sawit bagi kebutuhan pangan dan industri di Pakistan, sekaligus mendorong kolaborasi teknis di bidang refinery dan pengolahan minyak sawit.

Selain itu, GAPKI juga berfungsi sebagai wadah bagi para pelaku usaha kelapa sawit untuk memberikan masukan kepada Pemerintah Indonesia khususnya Kementerian Perdagangan dalam perumusan kebijakan ekspor yang mendukung daya saing produk Indonesia di pasar global, termasuk Pakistan. Dalam konteks acara The Indonesia Palm Oil Networking Reception, GAPKI menjadi penggerak utama sektor swasta yang memastikan komitmen politik pemerintah dapat diterjemahkan ke dalam transaksi nyata serta kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan.

Saat menyampaikan pidato, Wakil Menteri Perdagangan RI kembali menegaskan pentingnya pasar Pakistan bagi Indonesia.

“Pakistan penting bagi Indonesia. Pasar Pakistan, industri Pakistan, dan konsumen Pakistan sangat penting bagi kami,” tegas Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri.

Hubungan dagang Indonesia-Pakistan memang sudah lama terjalin erat. Kebutuhan minyak sawit negara itu sebagian besar berasal dari Indonesia. Dari 150 negara tujuan ekspor minyak sawit Indonesia, Pakistan berada di urutan ketiga. Berdasarkan Oil World 2025, dari tahun ke tahun, nilai impor sawit Indonesia ke Pakistan terus meningkat. Peningkatan terbesar terjadi di tahun 2024 dengan total ekspor minyak sawit mencapai 3 juta ton lebih. 

Data yang disampaikan Chairman Pakistan Edible Oil Refiners Association (PEORA) Abdul Rasheed JanMohammad saat menjadi pembicara di Indonesia Palm Oil Conference 2025 makin menguatkan kedekatan hubungan dagang Indonesia Pakistan. Dibandingkan negara produsen sawit lainnya, Indonesia ternyata memasok 90 persen kebutuhan minyak sawit Pakistan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.