Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Indonesia Mampu Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Asean

📅 Senin, 17 Apr 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Indonesia Mampu Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Asean Doc: ANTARA/GALIH PRADIPTA
Ket. Logo KTT Asean Summit 2023 di Bundaran HI, Jakarta, beberapa waktu lalu.

MALANG - Indonesia mampu menjadi penggerak percepatan pertumbuhan ekonomi di kawasan Asean, saat memegang Keketuaan Asean 2023. Ada sejumlah hal yang menjadi kunci bagi Indonesia untuk mampu berperan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi Asean.

"Indonesia harus bisa unggul sebagai penggerak percepatan pertumbuhan di Asean, ini yang menjadi menarik," kata ekonom dari Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur, Nugroho Suryo Bintoro, di Kota Malang, Minggu (16/4).

Seperti dikutip dari Antara, Nugroho menjelaskan peran Indonesia sebagai penggerak percepatan pertumbuhan ekonomi itu seiring dengan proyeksi Bank Dunia, bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 sebesar 4,9 persen, lebih optimistis dibanding proyeksi sebelumnya yang sebesar 4,8 persen.

Menurutnya, dengan revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari Bank Dunia tersebut, menjadi salah satu modal kuat dalam Keketuaan Asean Indonesia 2023.

"Pandangan Bank Dunia sudah merevisi pertumbuhan Indonesia sebesar 0,1 persen, dari 4,8 menjadi 4,9 persen. Sebetulnya ini menjadi modal kuat dalam kepemimpinan Indonesia, terutama dalam merealisasikan tema besarnya," katanya.

Ekspor Menguat

Ia menambahkan ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sebesar 5,3 persen pada 2022, mayoritas masih ditopang oleh kuatnya ekspor akibat dampak pelemahan impor.

"Ini berarti, pada 2023, bentuk kerja sama dengan Asia Timur dan Asia Pasifik menjadi penting terutama untuk mendorong kinerja ekspor Indonesia," katanya.

Hal lain yang perlu diperhatikan, lanjutnya, jumlah penduduk dengan usia produktif di Indonesia dan Asean cukup tinggi. Dengan kondisi tersebut, menjadi peluang yang cukup besar mengingat penduduk dengan usia produktif itu juga merupakan pasar yang besar.

"Yang menjadi keuntungan bagi Indonesia dan negara Asean lainnya adalah jumlah penduduk usia muda yang produktif sekaligus berfungsi sebagai pasar. Ini yang harus didorong terutama dari sisi literasi digital," katanya.

Pada 2023, Indonesia kembali memegang Keketuaan Asean untuk yang kelima kali dengan mengusung tema Asean Matters: Epicentrum of Growth. Tema tersebut bermakna, Indonesia ingin menjadikan Asean tetap penting dan relevan bagi masyarakat Asean dan dunia.

Hal itu disebabkan Indonesia ingin membawa Asean menjadi kawasan yang memiliki peran penting, bagi negara kawasan dan dunia, baik peran sentral sebagai motor perdamaian maupun kesejahteraan kawasan.

Selain itu, Indonesia juga ingin menjadikan Asean sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kawasan dan dunia.

Sementara itu, pengamat ekonomi dari Universitas Jember, Jawa Timur, Adhitya Wardhono, mengatakan Keketuaan Indonesia di Asean dapat memperkuat integrasi ekonomi antarnegara Asean, sehingga dapat menjadi ajang penting untuk merenda optimisme hingga meningkatkan pengaruh diplomasi Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.